Pixel Code jatimnow.com

PDIP Sidoarjo Gelar Aksi Damai, Lawan Intimidasi dan Kriminalisasi Hukum

Editor : Yanuar D   Reporter : Ahaddiini HM
Aksi damai PDIP Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Aksi damai PDIP Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Sidoarjo menggelar aksi damai ‘Siap Bergerak’ melawan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi hukum di depan monumen Jayandaru, Sabtu (29/6/2024).

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Sumi Harsono, SE menyampaikan aksi ini digelar dalam rangka memperjuangkan barisan PDIP dan rasa prihatin mereka terhadap peristiwa yang menimpa kadernya, Hasto Kristiyanto.

"Untuk saat ini PDIP Sidoarjo dari beberapa perwakilan pengurus cabang dan ranting juga banteng-banteng lawas semua berkumpul bergerak hatinya, bergerak naruni, bergerak berpikirnya untuk bersama-sama didalam memperjuangkan dalam 1 barisan PDIP," ucapnya.

"Juga merasa prihatin bahwa kita lihat para penguasa sudah menggunakan kekuasaannya untuk membungkam, birokrasi sudah sangat dibungkam bahkan untuk kader-kader yang kritis dan menegakkan kebenaran memperjuangkan amar ma'ruf nahi munkar, mereka tidak segan-segan menggunakan alat lain dalam membungkam para kader kritis saat ini," imbuhnya.

Lebih lanjut Sumi mengatakan PDI Perjuangan akan tetap setia dan taat untuk melaksanakan perintah dari Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dalam situasi dan kondisi apapun.

"PDI Perjuangan juga siap bergerak dan digerakkan oleh Ketua Umum, untuk menjaga dan mengamankan ibu Megawati, bapak Sekjen partai Hasto Kristiyanto dalam mengurus partai dan menjaga marwah PDI Perjuangan dari segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi hukum," tegasnya.

Sumi mengungkapkan PDIP akan tetap melawan jika ada intimidasi dan kriminalisasi yang dilakukan oleh penguasa kepada para kader perjuanganya.

"Secara umum pak sekjen adalah simbol daripada partai, maka diminta ataupun tidak, diperintah ataupun tidak ini menjadi panggilan hati nurani kepada banteng-banteng secara umum, khususnya banteng-banteng Sidoarjo untuk mensupport kepada bapak Sekjen Hasto Kristiyanto karena Sekjen PDIP merupakan simbol partai dan kami tidak akan tinggal diam bagi penguasa yang mendzolimi banteng-banteng terlebih sampai mengambil hak-hak yang dirampas," ujar Sumi.

Baca juga:
Warga Desa Kedungpeluk Sidoarjo Minta Jembatan Bailey Segera Dipasang

Langkah selanjutnya dari penuturan Sumi, PDI Perjuangan akan tetap menjaga soliditas, kekompakan dalam ramgka menyambut pilkada sebagai kewajiban yang harus dijaga, hal ini menurutnya akan ada indikasi penguasa turut campur tangan dalam Pilkada.

"Untuk Sidoarjo antisipasi kita dengan cara menjaga kesolidan, kekompakan dna persatuan. Mengadakan konsolidasi dan pertemuan-pertemuan turun kebawah kita lakukan agar kesolidan terjaga, insyallah PDI Perjuangan menang Pilkada," pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris DPC PDIP Sidoarjo, Samsul Hadi, SE, MM melanjutkan, mengenai kriteria terpilihnya rekomendasi partai calon bupati dan wakilnya, tentunya semua partai ingin menang. Pertama menang yang mempunyai ideologi Soekarnoisme, kedua tesisnya jangan membelakangi masyarakat.

“Namun sentuh, peluk, tangis tertawa bersama rakyat, tingkatkan populariyas ,elektabilitas, jaga integritas dalam Pilkada berbeda dengan sebelumnya kita berharap logistik menjadi acuan untuk meraih kemenangan," ujarnya.

Baca juga:
Puncak Musim Kemarau, Petani Garam Sedati Sidoarjo Mulai Produksi

Menurutnya kepemimpinan yang diharapkan mampu mempunyai gen, darah, satu nafas Marhaenisme yang kuat dari berbagai sektor baik kuat dalam pemikiran juga keputusan.

"Krisis kepimpinan kita harus ada jawaban terhadap siapa saja nanti yang direkom dengan karamteristik Soekarno, marhaenisme,  kedaulatan di tangan rakyat," tegasnya. 

Baginya di Sidoarjo butuh sosok yang berani, Karena orang berani itu adalah orang yang siap menanggung resiko dan apapun yang dilakukan seorang pemberani dimulai dari niatan bgus. Khususnya berani dari dalam diri sendiri.