Pixel Code jatimnow.com

Segini Sumbangan PAD Pemkab Ponorogo dari Grebek Suro 2024

Editor : Yanuar D   Reporter : Ahmad Fauzani
Penutupan Grebeg Suro 2024 (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Penutupan Grebeg Suro 2024 (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Even akbar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Grebeg Suro 2024 berkahir. Even tersebut turut memberikan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun 2024 ini, PAD yang didapatkan tidak sebesar Grebeg Suro tahun sebelumnya.

Data yang masuk di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) menunjukkan adanya pemasukan dari pajak tontonan dan retribusi pedagang.

“Pajak tontonan yang masuk ke BPPKAD sebesar Rp35 juta,” ungkap Kepala BPPKAD Ponorogo, Sumarno, Selasa (9/7/2024).

Sedangkan retribusi pedagang, menurut informasi dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperdagkum), mencapai Rp14 juta.

“Di luar retribusi parkir dari Dishub (Dinas Perhubungan). Karena laporannya secara global, kami tidak bisa memetakan mana yang alun-alun, mana yang bukan,” katanya.

Baca juga:
DPRD dan Pemkab Ponorogo Sepakati Perda KTR setelah Dibahas 2 Tahun

Menurutnya, pendapatan memang ada perbedaan dibandingkan dengan sebelumnya. Tahun lalu PAD yang dihasilkan bisa mencapai Rp420 juta.

“Dengan adanya EO (Event Organizer), retribusi dari tiket masuk selama FRR (Festival Reog Remaja dan FNRP (Festival Nasional Reog Ponorogo) kini berbeda,” tegasnya.

Marno menjelaskan jika dulu tiket masuk sepenuhnya ke Pemkab Ponorogo, sehingga bisa mencapai Rp420 juta. Sekarang tidak sebesar itu karena ada EO.

Baca juga:
Kang Giri Perbaiki Ratusan Sekolah di Ponogo

"Selama Grebeg Suro 2024, Pemkab Ponorogo mendapatkan Rp35 juta. Angka ini sebanding dengan target. Karena biaya Grebeg Suro ditanggung EO,” urainya.

Menurutnya, EO hanya bayar pajak. Pajaknya 10 persen. “Jadi saya rasa memang imbang,” pungkas mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang).

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya
Jatim Memilih, Politik

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya

"Millenial perlu ruang, dan pengetahuan politik. Mereka butuh sosialisasi sehingga bisa memilih pemimpin yang tepat," ucap mantan Ketua PSI Surabaya, Erick Komala.