Pixel Code jatimnow.com

Perusahaan Swasta Bantu Pemkab Jember Tangani Percepatan Stunting, Beri PMT

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Sugianto
Pemberian bantuan PMT kepada anak stunting dan ibu hamil. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Pemberian bantuan PMT kepada anak stunting dan ibu hamil. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Salah satu perusahaan membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam penanganan percepatan stunting dengan pemberian makanan tambahan (PMT).

PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) melalui Head Business Support PT GMIT Rahmad Hidayat Yusuf menyampaikan ini program responsible development yang dikhususkan untuk pengembangan UMKM dan percepatan penanganan stunting dengan PMT.

"Khusus di beberapa Posyandu, dan ini sudah ketiga kalinya. Kita fokus di Kecamatan Ajung bekerja sama dengan Muspika setempat," katanya saat ditemui di Desa Mangaran, Rabu (10/7/2024).

Sedangkan untuk bahan, karena ANJ produsen edamame, jadi bahan-bahan ahan PMT itu yakni kue olahan bahan baku dari edamame.

"Jadi mungkin kue-kuenya sama dengan kue yang lain, misal susu kedelai, arem-arem dan lain-lain yang bahan bakunya edamame. Kita juga menambahkan telur," sebutnya.

Kedepan, pihaknya akan tetap sama kepada komitmen kepada Muspika, yakni berkeliling sekitar wilayah operasional di Kecamatan Ajung.

"Mungkin kita akan keliling, dan meminta referensi dari puskesmas Ajung, posyandu mana yang tiap-tiap desa yang nanti akan kita berikan program tersebut," ucap Hidayat.

Sementata itu, Camat Ajung Beny Armindo Ginting menyatakan, setiap desa telah menganggarkan penanganan percepatan stunting senilai Rp100 juta.

"Pelaksanaan bayi stunting dan ibu hamil, mekanisme pelaksanaan pemberian PMT selama dua bulan penuh setiap hari oleh kader posyandu," ujarnya.

Baca juga:
1.007 Balita Stunting Se-Kecamatan Kaliwates, Ini Target Pemkab Jember

PMT tersebut, berupa makanan matang yang dianter oleh kader posyandu, dikonsumsi oleh sasaran, dan itu untuk pemulihan stuntingnya.

Sedangkan, untuk pencegahannya bekerja sama dengan para modin, khusus bagi calon pengantin ada tambahan dokumen.

"Harus melengkapi surat hasil pemeriksaan kesehatan dari puskesmas, dan ada sertifikat dari balai KB," terang Beny.

Tujuannya, untuk melihat kesiapan calon pengantin, untuk bimbingan perkawinan, serta menjaring data.

Baca juga:
TPS Kolaborasi Pemkot Surabaya Wujudkan Zero Stunting di Kecamatan Krembangan

"Jadi data calon pengantin di Ajung bisa terjaring, dan didistribusikan kepada posyandu. Jadi bisa memonitor pengantin baru, karena arahnya nanti akan hamil, jadi kita pencegahan disitu," ucapnya.

"11 modin di Ajung sudah diberikan sebaran, dan teman kades sudah tahu semua. Itu sudah berjalan 2 bulan. Ini ada dampaknya, dua langkah ini yang kami lakukan," bebernya.

Dari segala cara yang dilakukan ini, tentu nanti juga akan dilihat hasilnya seperti apa. Camat juga berterima kasih kepada ANJ yang telah membantu percepatan penanganan stunting.

"Kita juga berkomunikasi dengan perusahaan lain untuk memberikan bantuan, termsuk pihak swasta yang ada di Kecamatan Ajung," tutupnya.

SPTP: Arus Peti Kemas Semester 1 Tahun 2024 Tumbuh 6 Persen
Ekonomi

SPTP: Arus Peti Kemas Semester 1 Tahun 2024 Tumbuh 6 Persen

"Peti kemas internasional tumbuh sekitar 5,76 persen jika dibandingkan dengan semester 1 tahun 2023 dan peti kemas domestik tumbuh sekitar 6 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya,” jelas Widyaswendra.