Pixel Code jatimnow.com

Tolak Hasil Rapimda, Golkar Ingin Calon Tunggal di Pilkada Sidoarjo 2024

Editor : Yanuar D   Reporter : Ahaddiini HM
Suasana diskusi di Ruang Publik Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Suasana diskusi di Ruang Publik Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - DPD Partai Golkar Sidoarjo secara tegas menginginkan calon tunggal di Pilkada 2024, November mendatang. Pihaknya berharap ada koalisi besar untuk membangun Kota Udang.

Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Adam Rusydi, dalam dialog di Ruang Publik Sidoarjo (RPS) yang diketuai oleh Sujani S.Sos di Kedai Bu Atiek, Rabu (10/7/2024) malam mengajak partai-partai untuk lebih memikirkan bagaimana pembangunan Kabupaten Sidoarjo berjalan baik. Penting menurutnya untuk menanggalkan ego masing-masing dan mendukung satu calon saja.

"Berharap pada Pilkada 2024 ini, ada koalisi besar, koalisi kebangsaan. Partai-partai diajak untuk membangun koalisi kebangsaan ini dan menanggalkan ego masing-masing. Semua bisa mendukung satu calon saja. Itu sangat logis," tutur Adam.

Dengan calon tunggal, menurut Adam akan lebih mudah membangun Sidoarjo ke depannya. Berbeda ketika muncul lebih dari satu calon, maka Sidoarjo butuh waktu lagi untuk rekonsiliasi usai Pilkada berakhir.

Adam pun dengan tegas menolak hasil Rapimda Golkar Sidoarjo, pada Juli 2023 lalu. Saat itu ia ditunjuk menjadi calon Bupati Sidoarjo di Pilkada 2024 ini.

"Saya tidak akan maju sebagai calon Bupati meski hasil Rapimda DPD Partai Golkar mencalonkan diri saya untuk maju dalam Pilkada Sidoarjo 2024. Golkar harus realistis. Karena memang tidak bisa mengusung sendiri calonnya. Kalau dipaksakan maju, itu bisa jadi boomerang bagi Golkar sendiri. Memilih pemimpin harus rasional. Jangan emosional," ungkap Adam, yang juga anggota DPRD Jatim tersebut.  

Dengan tegas Adam menyebut partainya hanya mendukung Subandi. Hal ini karena Subandilah yang dinilai memenuhi berbagai kriteria yang disampaikan partai-partai politik.  

Meski begitu, ia juga menyampaikan harus tetap ada yang mengawasi. Ia juga berharap dan berterimakasih kepada elemen masyarakat serta lembaga pemerintah yang mengawasi pemerintah. 

"Pemerintahan yang baik mampu mendorong partisipasi tinggi masyarakat. Mau menerima kritik yang membangun," kata Adam.

Terkait kriteria yang dimaksud Adam, Wakil Sekretaris DPC PKB Sidoarjo Syihabuddin menyampaikan, bahwa ada empat kriteria ideal berdasarkan pandangannya mengenai calon Bupati Sidoarjo.

Baca juga:
Kakak Mantan Kapolresta Sidoarjo Maju Bacawabup, Siapa Dia?

Pertama, hayyin. Seorang pemimpin harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Jiwanya tenang. Tidak temperamental.

Yang kedua layyin, artinya pemimpin harus mampu menghargai orang lain. Sopan, santun. Mampu memanusiakan orang, siapa pun dia. 

“Ketiga, sahlul. Pemimpin harus punya karakter selalu memudahkan orang lain. Kalau urusan bisa dipermudah, mengapa harus dipersulit," jelasnya.

“Keempat, pemimpin itu berwatak qorbun yaitu punya kharisma, namun familiar dengan orang lain. Tidak eksklusif. Mau berbaur dengan siapa saja. Mudah dekat. Qorbun itu juga berarti bahwa seorang pemimpin tidak boleh punya karakter ”mbegedut”. Tidak boleh keminter atau sok mengerti,” sambung Cak Syihab.

Cak Syihab pun menyebut Ketua DPC PKB Sidoarjo H Subandi SH MKn punya karakter-karakter seperti itu, yaitu telah selesai dengan dirinya sendiri serta sopan santun menghargai orang lain, suka membantu dan memudahkan orang, juga dekat dengan siapa saja. 

Baca juga:
5 Parpol di Sidoarjo Bahas Poros Baru untuk Pilkada 2024

"Insya Allah, Pak Plt Bupati Subandi memenuhi semua itu," pungkas Syihabuddin yang juga ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Sidoarjo tersebut. 

Berbeda dengan Golkar serta PKB, hingga saat ini PDIP Sidoarjo masih terus menjaring para calon Bupati Sidoarjo. Menurutnya, ada 4 kriteria ideal pemimpin terbaik. Jika itu terpenuhi, masyarakat Sidoarjo akan sejahtera dan makmur.

Ketua DPC PDIP Sumi Harsono dalam kesempatan yang sama menyampaikan, kriteria ideal Bupati Sidoarjo antara lain amanah, jujur, cerdas, serta bertanggung jawab. Menurutnya Bupati Sidoarjo mendatang harus dapat berhasil memimpin.

"Bupati Sidoarjo harus menjadi pemimpin yang mencintai rakyatnya. Dicintai rakyatnya. Kebijakannya tidak berorientasi kelompok," papar Sumi yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo tersebut.