Pixel Code jatimnow.com

Tidak Semua Pejabat Tulungagung Hadiri Pelantikan Sahri Mulyo, Kenapa?

Editor : Edwin Fajerial Reporter : Bramanta
Pasangan Sahri Mulyo dan Maryoto Birowo dalam sebuah acara KPU
Pasangan Sahri Mulyo dan Maryoto Birowo dalam sebuah acara KPU

Jatimnow.com - Pasangan Sahri Mulyo dan Maryoto Birowo telah ditetapkan menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung.

Pasangan itu akan dilantik oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Selasa (25/9/2018).

Alasan mereka dilantik di Jakarta, karena Sahri Mulyo saat ini statusnya sebagai tahanan KPK akibat terjerat dugaan korupsi infrastruktur.
Sehingga KPK tak mengizinkan Sahri untuk ke Surabaya untuk dilantik.

Perwakilan Tim Pemenangan pasangan Sahri Mulyo dan Maryoto Birowo (SAHTO), Heru Santoso membenarkan pelantikan ini.

Sejumlah pejabat daerah mendapatkan undangan untuk menghadiri pelantikan tersebut.

"Tidak semuanya mendapatkan hanya terbatas saja," ujarnya saat ditemui jatimnow.com di Kantor DPRD Tulungagung, Senin (24/9/2018).

Heru mengaku belum mengetahui pasti terkait nasib Sahri Mulyo seusai pelantikan.

Baca juga:
Duh... Guru di Tulungagung Selingkuh dengan Kepala Sekolah, Begini Nasibnya

Hal ini dikarenakan hingga saat ini belum ada keputusan hukum tetap dari pengadilan, atas kasus yang menjeratnya.

Dari informasi sementara usai dilantik Sahri akan langsung dinon aktifkan oleh Kemendagri.

"Sedangkan Maryoto Birowo akan ditunjuk sebagai Plt Bupati hingga ada keputusan hukum yang tetap," tuturnya.

Sebelumnya, Sahri Mulyo menyerahkan diri ke KPK setelah dinyatakan sebagai tersangka atas kasus dugaan penerimaan gratifikasi, 19 hari jelang pencoblosan pada Pilkada lalu.

Baca juga:
Satgas Kecamatan di Tulungagung Bakal Dibentuk Antisipasi Calon PMI Ilegal

Meskipun berstatus sebagai tersangka KPK, namun pasangan ini tetap menang mutlak dari pasangan lawannya yakni Margiono dan Eko Prisdianto.

Dari hasil penghitungan resmi KPU, Sahri Mulyo dan Maryoto Birowo memperoleh sebanyak 356.201 suara, atau mencapai 60 persen.

Sedangkan pasangan Margiono dan Eko Prisdianto memperoleh 237.775 suara, atau 40 persen.