Banyuwangi Diterjang Banjir Bandang, Bagaimana Penanganannya?

Editor: Erwin Yohanes / Reporter:

Rumah salah satu warga yang terdampak banjir.

jatimnow.com - Banjir bandang yang menerjang sejumlah kawasan di Banyuwangi, Kamis (15/3/2018) siang kemarin membawa kerusakan sangat parah.

Hingga kini belum ada data resmi terkait jumlah kerugian materi maupun penyebab banjir mengerikan tersebut.

Tidak sedikit warga yang kawasan tempat tinggalnya berspekulasi, jika banjir bandang itu akibat kawasan hulu atau kawasan atas sebagai hutan penyangga resepan air telah beralih fungsi.

Berikut kronologis banjir bandang dan kerusakan yang ditimbulkannya. Data ini masih dimungkinkan berubah, mengingat pihak BPBD Banyuwangi, masih terus bekerja keras untuk melakukan penanggulangan pasca bencana.

Kamis siang kemarin sekitar pukul 12.00 WIB, hujan deras mengguyur kawasan di lereng pegunungan Ijen mengakibatkan Sungai Kalibendo, Kec. Glagah, Sungai Slewung, Kec. Kalipuro, Sungai Sukowidi Kec. Banyuwangi meluap dengan aliran sangat deras membawa material lumpur pekat.

Luapan air bercampur lumpur menimbulkan kerusakan dihampir sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dilalui air bah.

Meski korban jiwa tidak ada, di Kecamatan Glagah dilaporkan 1 rumah roboh di Dusun Kompencungking, Desa kampung anyar.

Kemudian di Kecamatan Kalipuro, jembatan penghubung Dusun Banjarwaru dan Dusun Krajan Desa Kelir tertutup material batang pohon.

Dan pondasi plengsengan rusak tergerus air bah, sepanjang kurang lebih 20 meter. Dilaporkan juga 2 tiang lampu Penerangan jalan roboh.

Di Kecamatan Banyuwangi, tepatnya di Lingkungan Kebonjeruk Kelurahan Lateng, luapan air bercampur lumpur dengan arus sangat deras masuk 40 rumah setinggi 50 cm. Menyebabkan 2 rumah rusak berat dan merusak perabotan rumah tangga.

Pasca bencana, penanganan dilakukan oleh Camat Glagah, Kalipuro dan Banyuwangi.

BPBD setempat juga memberikan dukungan penanganan di Glagah, Kalipuro dan Banyuwangi, diprioritaskan memberikan pertolongan pembersihan lumpur di Kelurahan Lateng.

Penanggulangan ini juga dibantu Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial yang juga mendirikan posko kesehatan dan dapur umum di Lingkungan Kebonjeruk Kelurahan Lateng.

"Kami masih fokus untuk penanggulangan, untuk sementara untuk data detailnya kami masih belum sempat melakukan inventarisasi," jelas Kepala BPBD Banyuwangi, Fajar Suasana, dikonfirmasi via telepon selulernya, Jum'at (16/3/2018).

Reporter: Irul Hamdani

Editor: Erwin Yohanes


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter