Pixel Code jatimnow.com

Warga Grand Permata Indah Ngadu ke DPRD Jember, 8 Tahun Tak Punya TPU

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Warga Perumahan Grand Permata Indah ngadu ke DPRD Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Warga Perumahan Grand Permata Indah ngadu ke DPRD Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sudah sekitar 8 tahun, warga Perumahan Grand Permata Indah Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember tidak memiliki lahan sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU). Hal tersebut dipersoalkan warga, karena janji dari developer hingga kini tak kunjung dipenuhi.

Atas dasar itu, lalu sejumlah warga mendatangi kantor DPRD Jember, Selasa (11/3/2025). Mereka mengadukan nasibnya ini.

"Yang paling utama konsen warga di penyediaan lahan makam. Ini yang urgent, karena sudah 8 tahunan belum ada tempat pemakaman atau TPU," kata Yus Asmoro Ketua RT setempat. 

"Kalau misalkan ada yang meninggal, dibawa ke kampung halaman masing-masing. Kebetulan warga juga ada yang punya makam keluarga," ungkapnya. 

Warga sempat dijanjikan oleh pihak developer, namun lahan tersebut kurang jelas legalitasnya, baik surat-surat atau sertifikatnya. 

Baca juga:
Kelompok Tani Capai 1.500, Jumlah PPL di Jember Jauh dari Ideal

"Tidak ada kepemilikan dokumen atau sertifikat, jadi warga takut terjadi hal-hal kedepannya. Jadi warga tidak bisa memanfaatkan lahan tersebut," tegasnya. 

Berbagai mediasi telah dilakukan dengan pihak developer, namun masih belum ada keputusan dan hanya berjanji memberikan atau mengabulkan permintaan warga. "PT berjanji akan segera mengabulkan tuntutan warga, tapi sampai saat ini belum," ujar Yus. 

Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto mengatakan, site plan developer berubah-ubah dan mempertanyakan perizinan developer tersebut. 

Baca juga:
Terhambat Urus SK dan Kesulitan Pupuk, Poktan Wadul ke DPRD Jember

"Nanti akan kita lakukan sidak ke lokasi. Apakah perizinan developer tersebut, sudah benar dilakukan. Prinsipnya, masyarakat penyediaan fasum dan fasos aesuai aturan bisa diberikan pada warga," jelasnya. 

"Jadi 2 persen lahan perumahan, digunakan untuk fasum atau pemakaman. Karena pernah ada orang meninggal, ditolak karena ada masalah," urainya. 

Persik Kediri Bakal Tampil All Out Saat Lawan Persija Jakarta
Olah Raga

Persik Kediri Bakal Tampil All Out Saat Lawan Persija Jakarta

Pelatih Persik Kediri Marcos Reina punya optimisme tinggi dalam laga tersebut. Marcos yakin hubungan harmonis semua elemen tim, terutama jalinan hati para pemain Macan Putih, jadi modal besar untuk meladeni Macan Kemayoran.