Viral! Perbaikan Jalan di Ponorogo ini Malah Menuai Kritik Netizen

Editor: Arif Ardianto / Reporter: Mita Kusuma

Postingan yang viral mengeluhkan perbaikan Jalan Sultan Agung di Ponorogo.

jatimnow.com – Perbaikan Jalan Sultan Agung yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Ponorogo mendapat sorotan dan viral di media sosial. Sebab, perbaikan itu menggunakan teknik manual sawur pasir atau menaburi jalan dengan pasir.

Gelombang protes itu terus bergulir di grup Facebook Info Cegatan Wilayah Ponorogo (ICWP). Sebagian besar nitizen memprotes perbaikan jalan itu, karena sudah banyak memakan korban kecelakaan.

Salah satu postingan yang ramai adalah keluh kesah yang disampaikan oleh akun Tito Aza. “Ati-ati lur kalo lewat Jalan Sultan Agung mau belok ke kiri arah neng Luwes dalane paser tok iki wis korban ke 4. Wong dalan kota kok koyo ngono. (Hati-hati dulur, kalau melewati Jalan Sultan Agung mau berbelok ke kiri atau arah ke Luwes. Jalannya pasir aja ini. Sudah korban ke 4. Jalan kota kok seperti ini).

Postingan itu pun disertai dengan foto kakinya yang terluka akibat jatuh di Jalan Sultan Agung itu. Keluh kesah tersebut otomatis diserbu warganet lain.

Walaupun baru 1 jam akun Tito Aza share keluh kesahnya, sudah 100 warganet berkomentar dan 500 warganet menyukainya.

Berdasarkan pantauan jatimnow.com di lokasi, setidaknya ada empat pengendara yang terpeleset saat melintas di jalan tersebut. Meski hanya mengalami luka ringan, namun adanya pasir cukup membahayakan.

“Saya harus ekstra hati-hati melintasi ruas Jalan Sultan Agung. Debunya beterbangan. Selain licin, debu juga terkena mata," kata Juni Susanto, salah satu warga yang biasa melewati jalan tersebut.

Ia mengaku lebih memilih jalan lain meskipun sedikit jauh. Dibanding melewati jalan Sultan Agung yang besar kemungkinan akan celaka.

"Saya milih muter. Daripada celaka. Padahal ini jalan tercepat sebenarnya. Kalau tidak lupa muter. Kalau lupa ya pelan-pelan," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PUPR Ponorogo Jamus Kunto menanggapi hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Menurutnya, pemeliharaan jalan dengan cara manual sawur pasir dipilih menyesuaikan tingkat kerusakan jalan.

Ia mengatakan jalan tersebut tidak mengalami kerusakan yang cukup parah. “Hanya retak, itupun istilahnya retak serambut. Maka teknik pemeliharaan itu yang kami terapkan,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter