jatimnow.com
Perkuat Perekonomian, Mentan Amran Lepas Ekspor 3 Produk Holtikultura

Mentan Amran dan Gubernur Jatim Soekarwo melepas ekspor 3 hortikultura di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Senin (8/10/2018).

jatimnow.com - Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman didampingi Gubernur Jatim Soekarwo melepas ekspor produk hortikultura di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Senin (8/10/2018). Produk ekspor yang dikirim itu berupa mangga, bawang merah dan bibit kangkung sebanyak 20 ton.

Amran menjelaskan bahwa ekspor barang ke luar negeri sudah beberapa kali dilakukan. Bahkan, selama 2 bulan sudah mengekspor domba dan kambing. Kemudian hari ini, mengirimkan mangga ke Malaysia dan Singapura, Bibit Kangkung ke Vietnam dan Filipina.

"Ini pertama kali tembus pasar dua negara ini," kata Amran usai pelepasan ekspor produk hortikultur.

Menurutnya, saat kondisi rupiah melemah ini merupakan momentum emas untuk mendukung ekspor, karena akan menguntungkan petani Indonesia. Ia mengatakan, untuk dapat memperkuat perekonomian Indonesia harus mendorong ekspor dan investasi.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa tinggi lagi. Jadi, mari kita mendorong ekspor dan investasi kalau ingin memperkuat perekonomian Indonesia. Di tahun 2017 ekspor naik sebesar 24 persen yakni sebanyak 441 Triliun,” tegasnya.

Amran melanjutkan, ekspor yang dilakukan kali ini sangat luar biasa karena produk pertanian Indonesia sudah mampu menembus dunia, termasuk Eropa.

"Ini Jawa Timur saja, belum provinsi lain. Baru saja kita ekspor manggis dari Padang Sumatera Barat sebanyak 50 kota pertama tembus ke China, ini mangga pertama tembus ke Malaysia dan Singapura. Bawang ke Filipina. Ini luar biasa pergerakan pertanian dan Pak Gubernur (Jatim) kami apresiasi sangat luar biasa," ungkapnya.

Amran juga memastikan bahwa peningkatan ekspor ini bisa dilihat saat akhir tahun. Bahkan, untuk meningkatkan ekspor, pihaknya akan mendorong sebanyak-banyaknya para eksportir, termasuk mempermudah kebutuhan izin-izinnya.

"Sesuai langkah Presiden, dorong ekspor sebanyak-banyaknya pemuda para eksportir bahkan kami minta jajaran pertanian kalau kebutuhan izin-izin bila perlu diantar ke rumahnya. Kami mempermudah mereka itu gunanya single submission, karena kita sudah terapkan di pertanian. Kita harus mensupport eksportir Indonesia termasuk negosiasi dengan negara tujuan," tandasnya.

Loading...

 

 

Berita Terkait