Pixel Code jatimnow.com

Satgas Bencana Alam dan Kebakaran Dibentuk di Tiap Sekolah Surabaya

Editor : Arif Ardianto Reporter : Farizal Tito
simulasi gempa bumi dan kebakaran di SMP Negeri 19 Surabaya, Selasa (9/10/2018).
simulasi gempa bumi dan kebakaran di SMP Negeri 19 Surabaya, Selasa (9/10/2018).

 jatimnow.com – Dinas Pemadaman Kebakaran (PMK) dan Linmas Kota Surabaya membentuk satuan tugas (satgas) peduli bencana alam dan kebakaran di setiap sekolah di Surabaya. Hal ini untuk mengantisipasi bencana alam dan kebakaran di Kota Pahlawan.

Satgas tersebut baru diujikan di SMP Negeri maupun swasta di wilayah Surabaya timur. Dalam teknisnya, Satgas tersebut melibatkan lima personil yang ada di sekolah, diantaranya kepala sekolah, guru, petugas keamanan, dan dua murid yang memiliki fungsi tersendiri.

Khusairi, Kepala Rayon 3 Rungkut PMK Surabaya mengatakan gerakan itu dibentuk saat menggelar kegiatan simulasi gempa bumi dan kebakaran di SMP Negeri 19 Surabaya, Selasa (9/10/2018).

Dalam kegiatan itu, sebanyak 200 orang dilatih untuk menyelamatkan diri ketika berada di dalam ruang kelas saat terjadi bencana alam dan kebakaran.

"Dalam teknisnya, kami juga mengajarkan cara berlindung di tempat yang benar-benar aman dari reruntuhan bangunan," terangnya.

Saat pelatihan itu, pihaknya juga mengajak para guru maupun siswa juga sadar terhadap beberapa faktor penyebab kebakaran yang biasanya timbul di kawasan perkotaan.

Baca juga:
Pengeroyokan Pelajar di Surabaya, Polisi Amankan 1 Lagi Tersangka

"Kita imbau agar selalu mengontrol benda-benda yang kerap memantik kebakaran, seperti stop kontak listrik agar tidak dibebani dengan berbagai peralatan. Selain itu, selalu mengontrol tumpukan sampah organik lainnya yang bisa memicu terjadinya kebakaran," urainya.

Sementara itu, Trigasi Ayu Carina Yudha, salah satu Guru SMP YPPK Surabaya yang tergabung dalam satgas itu mengaku, senang bisa mengikuti acara ini karena bisa menambah ilmu dalam mencegah kebakaran di lingkungan sekolahnya.

"Manfaat simulasi ini juga berfungsi di rumah kita sendiri, nantinya saya tularkan kepada keluarga di rumah," pungkasnya.

Baca juga:
Polisi Bentuk Tim Usut Kasus Pengeroyokan Pelajar SMA di Surabaya