jatimnow.com-Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak seluruh pelajar untuk menghindari pernikahan dini. Hal ini diungkapkan saat mengisi kegiatan bunga desaku. Pernikahan dini menyebabkan sejumlah masalah seperti tingginya kasus stunting. Pihak Pemkab sendiri akan menggandeng sejumlah pihak guna menekan angka pernikahan dini di Jember.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini mengatakan kasus pernikahan dini perlu ditekan untuk mensukseskan program Indonesia Emas 2045. Pernikahan dini disebut menyebabkan sejumlah permasalahan salah satunya kasus stunting.
"Kita memberi support mereka, untuk menyambut Indonesia emas 2045. Karena yang akan mengisi anak-anak kita, adik-adik kita yang saat ini ada di SMP," ujarnya, Sabtu (30/8/2025).
Untuk mencegah pernikahan dini dan memberikan dukungan ke anak-anak Jember, Pemerintah Kabupaten juga mensosialisasikan pemberian beasiswa bagi putra-putri di Jember. Beasiswa ini akan diberikan saat waktu kuliah. Pemkab menyiakan sejumlah kategori untuk program beasiswa ini.
Baca juga:
Tekan Stunting, AKI dan AKB, Pemkab Jember Terjunkan Seribu Tenaga Kesehatan
"Mulai prestasi akademik, non akademik, afirmasi dan sebagianya. Sehingga, harapan saya banyak anak-anak Jember yang termotivasi untuk menyelesiakan endidikan sampai ke perguruan tinggi," harapnya.
Disamping itu, untuk mencegah pernikahan dini juga Pemkab Jember menggandeng para guru-guru di sekolah, ketua pengajian islam maupun non islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan. Tingginya angka kematian ibu dan bayi juga disebebkan ketidaksiapan umur ibu ketika melahirkan.
Baca juga:
Dinas Kesehatan Jember Siapkan Tukang Pijat Tradisional Bagi Peserta Tajemtra
"Hasil diskusi kami, jajaran dokter yang membidangi atau spesialis di bidang kandungan serta anak, kesiapan seorang ibu untuk hamil di usia yang paling pas 21 tahun sampai 35 tahun. Sehingga ini perlu sosialisasikan ke masyarakat," pungkasnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-78651-bupati-jember-gus-fawait-ajak-pelajar-cegah-pernikahan-dini