Pixel Code jatimnow.com

DPR Picu Amarah Publik, Fasilitas Mewah di Tengah Krisis Ekonomi

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Ali Masduki
Aksi demonstrasi pecah di Grahadi Surabaya. (Foto: Ridoi for JatimNow.com)
Aksi demonstrasi pecah di Grahadi Surabaya. (Foto: Ridoi for JatimNow.com)

jatimnow.com – Aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah menunjukkan adanya akumulasi kekecewaan di tengah masyarakat. Berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang terjadi belakangan ini menjadi pemicu utama gelombang protes tersebut.

Menurut Pakar Komunikasi jatim, Dr. Dra. Zulaikha, M.Si, aksi demonstrasi adalah bentuk akumulasi dari berbagai persoalan yang membuat masyarakat frustrasi.

"Saya bisa mengerti kalau masyarakat melakukan demo, karena ini adalah akumulasi dari berbagai persoalan yang membuat masyarakat frustrasi," ujarnya, Sabtu (30/8/2025).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat merasa frustrasi, seperti kenaikan pajak, pernyataan pejabat yang kurang bijak, PHK massal, kenaikan harga, hingga pemblokiran rekening.

"Beberapa waktu belakangan kita lihat banyak sekali hal-hal yang menyedihkan, kenaikan pajak, pejabat yang ngomongnya tidak bijak, PHK dimana-mana, harga-harga naik, rekening diblokir dan sebagainya. Itu membuat masyarakat frustrasi," tambahnya.

Aksi demonstrasi menjadi cara bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhannya. Namun, respons aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi juga menjadi sorotan.

Zulaikha juga menyayangkan sikap arogan yang ditunjukkan oleh aparat kepolisian. "Sayangnya ketika demo dilakukan, polisi yang notabene seharusnya menjadi pengayom rakyat, malah juga bersikap arogan. Itu tentu menjadi pemicu lain. Ibarat api yang sedang berkobar disiram bensin," katanya.

Sikap arogan aparat kepolisian justru memperburuk situasi dan memicu kemarahan masyarakat.

Baca juga:
Demonstrasi Tak Terkendali, Eko Patrio Minta Maaf

Zulaikha menilai bahwa amarah masyarakat tidak akan padam selama pemerintah belum menunjukkan upaya untuk menenteramkan situasi.

"Selama pemerintah belum memperlihatkan upaya menenteramkan seperti misal menindak tegas aparat yang sewenang-wenang, merubah kebijakan, amarah masyarakat belum bisa dipadamkan," tegasnya.

Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang menjadi penyebab utama kekecewaan masyarakat.

Baca juga:
Gus Lilur: Jangan Sampai Gerakan Diklaim Aktivis 98!

Selain itu, aparat kepolisian juga diharapkan dapat bertindak lebih profesional dan mengayomi masyarakat dalam mengamankan aksi demonstrasi.

Sebagaimana diketahui, demo ricuh terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Demo Surabaya di Grahadi juga berakhir bentrok dengan aparat. Pos Polisi dibakar oleh masaa yang meluapkan amarahnya.