Pixel Code jatimnow.com

Massa Aksi ditahan di Polrestabes Surabaya, Khofifah Upayakan Mereka Dibebaskan

Editor : Bramanta   Reporter : Ni'am Kurniawan
Foto: Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Surabaya (Ni'am/jatimnow.com)
Foto: Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Surabaya (Ni'am/jatimnow.com)

jatimnow.com-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantu komunikasi ke kepolisian terkait tuntutan aksi massa untuk membebaskan rekan mereka yang ditahan. Sebelumnya tersiar kabar puluhan orang yang terlibat dalam unjuk rasa Jumat (29/8/2025) kemarin ditahan oleh Polrestabes Surabaya. Massa kemudian mendatangi Mako Polrestabes melakukan unjuk rasa menuntut rekannya dibebaskan.

Khofifah mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Timur, Irjen Nanang Avianto untuk membahas masalah ini. Khofifah berharap massa yang ditahan tersebut dapat dibebaskan. Tadi siang terdapat dua orang yang sudah dibebaskan oleh Polrestabes Surabaya.

"Massa yang unjuk rasa di Polrestabes Surabaya masih bertahan hingga malam ini mereka menuntut rekannya yang ditahan untuk dibebaskan," ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (30/8/2025).

Khofifah juga akan melakukan koordinasi dengan Polrestabes Surabaya terkait hal tersebut. Menurutnya jika tuntutan massa sudah dipenuhi mereka akan kembali pulang dengan tertib.

Baca juga:
Kronologi Meninggalnya 1 Tahanan Politik di Rutan Medaeng Surabaya

"Mereka warga Jawa Timur yang baik bersama saya di pemerintahan saya lima tahun ini mereka guyub rukun," tuturnya.

Khofifah juga berpesan kepada peserta unjuk rasa untuk tidak bertindak anarkis dan terprovokasi.

Baca juga:
1 Tahanan Politik Meninggal di Rutan Medaeng Surabaya

"Hormati semua dalam menyampaikan pendapat, jangan anarkis," pungkasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam