jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pembakaran Gedung Pemerintah Kabupaten Kediri, oleh massa, pada Sabtu (30/8/2025) malam. Menurutnya, rasa sesak itu nyata dalam dadanya.
Gedung Pemerintahan Kabupaten Kediri di jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Ngasem itu hangus bersama Kantor DPRD Kabupaten Kediri. Barang-barang juga dijarah massa aksi yang beringas.
Melalui akun Instagram pribadinya, Mas Dhito mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, rasa sesak itu nyata di dadanya, hancur lebur bersama kantor tempatnya bekerja.
“Rasa sesak di dada itu nyata. Rasa hancur lebur bersama kantor itu bersatu. Tempat dimana kebijakan diambil dan diputuskan. Rumah bagi kami yang bertugas melayani masyarakat. Lekas pulih kabupaten ku,” tulis Mas Dhito, seperti dilihat jatimnow.com, pada Minggu (31/8/2025).
Baca juga:
Pembangunan Stadion GDJ Kediri Tahap 2 Dimulai: Fokus Zona A, Anggaran Rp10 Miliar
Mas Dhito juga meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafannya dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri. Serta berterimakasih atas perjuangan Damkar dan seluruh petugas keamanan.
“Maafkan kesalahan atau kekhilafan saya maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri. Terimakash untuk petugas damkar dan seluruh pihak yang bertugas,” tambahnya.
Baca juga:
Pemkab Kediri Tergetkan Peningkatan Kemantapan Jalan Hingga 89 Persen
“GUSTI ALLAH MBOTEN SARE,” tutup Mas Dhito dalam pernyataannya.
Seperti diketahui, Pemkab Kediri dibakar massa pada aksi Sabtu (30/8/2025). Massa juga membakar kendaraan dan menjarah barang-barang elektronik di sana. Termasuk artefak Museum Bagawanta Bhari yang terletak di belakang gedung utama.