Pixel Code jatimnow.com

Kabar Grup Gay Gaduhkan Ponorogo, MUI Prihatin

Editor : Budi Sugiharto   Reporter : Mita Kusuma
Foto sampul grup "Gerakan Gay Ponorogo' di Facebook
Foto sampul grup "Gerakan Gay Ponorogo' di Facebook

jatimnow.com - Kabar grup Gerakan Gay Ponorogo memang telah membuat gaduh di media sosial (medsos) dan masyarakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ponorogo pun mereaksi.

Ketua MUI Ponorogo, M. Rusdi Anshor menegaskan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau LGBT sudah jelas dilarang.

"Saya prihatin. Apalagi sudah ada di Ponorogo. Karena gay bagian dari LGBT. Dan itu bertentangan dengan etika, moral dan agama," kata Rusdhi kepada jatimnow.com, Sabtu (13/10/2018).

MUI menyayangkan jika betul banyak warga Ponorogo sudah terjerumus. Ia mengimbau untuk para pelaku secepatnya menyudahi dan kembali ke kehidupan normal.

"Ya kalau bisa berhenti saja. Kembali ke jalan yang benar. Jangan diteruskan," ujarnya.

Ia juga meminta untuk pihak kepolisian turun tangan. Karena jika diteruskan, menurutnya akan menimbulkan efek yang tidak baik.

Baca juga:
Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

"Polisi saya harap segera turun tangan. Begitu pula pihak Pemkab Ponorogo untuk segera meluruskan," katanya

Mengingat, lanjut ia, Ponorogo terkenal dengan jargon kota santri. "Masa kota santri ada gay-nya?" katanya.

Ia juga mengingatkan kepada para orangtua untuk mengawasi perilaku dan pergaulan anak-anaknya.

Baca juga:
Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Jika dilihat dari segi agama, perbuatan menyimpang seperti gay bisa mendatangkan musibah besar bagi suatu daerah. Gay juga dapat menimbulkan berbagai penyakit mematikan, salah satunya HIV AIDS.

"Kalau melihat firman Allah SWT, akan melaknat, bahkan akan menghancurkan kelompok gay itu," pungkasnya

Tampil Solid, Persid Jember Kalahkan Persemay Maybrat
Olah Raga

Tampil Solid, Persid Jember Kalahkan Persemay Maybrat

Kemenangan di Stadion JSG ini tidak hanya memperpanjang napas Persid Jember di kompetisi kasta keempat sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi modal motivasi berharga bagi seluruh tim untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya.