jatimnow.com - Isu polusi mikroplastik yang selama ini dianggap jauh, ternyata sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, bahkan telah mengancam generasi mendatang.
Realitas itu terungkap dramatis dalam Festival Pameran Seni di Taman Bahari Kota Mojokerto melalui instalasi edukatif dari Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) Foundation, Rabu (21/11).
Ecoton menghadirkan dua instalasi yang mencuri perhatian, yaitu “Kran Plastik” yang memvisualisasikan banjir sampah plastik, dan yang paling mengiris hati: Akuarium Bayi Terkontaminasi Mikroplastik. Akuarium ini disimbolkan sebagai representasi ancaman polusi yang sudah masuk ke rantai makanan dan berpotensi diwariskan ke janin.
Rombongan pelajar dari SMPN 8 Kota Mojokerto menjadi salah satu yang paling antusias mengikuti sesi edukasi Ecoton. Para siswa mendapatkan pengalaman langsung melihat mikroplastik menggunakan mikroskop portable stereo dari sampel air hujan.
Menurut Alaika Rahmatullah, Divisi Edukasi Ecoton, pameran ini bertujuan mengubah perilaku masyarakat terhadap plastik sekali pakai.
“Mikroplastik ini telah masuk ke dalam rantai makanan, air hujan, bahkan di air minum yang kita konsumsi setiap hari. Melalui pameran ini kita mengajak semua pelajar untuk bisa mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, demi menjaga air hujan, dan air minum kita tetap sehat dan bersih,” ujar Alaika.
Baca juga:
Ecoton Gandeng SMP NU Shafiyah Banyuwangi Kampanyekan Pesantren Zero Waste

Sesi paling menarik terjadi ketika beberapa siswa dan guru mencoba menguji sampel Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang mereka bawa sendiri. Hasilnya, mikroplastik berbentuk filamen tipis transparan terlihat jelas di bawah lensa mikroskop.
Pengamatan langsung ini memberikan kejutan besar bagi para peserta, termasuk guru pendamping. Rama, salah satu Guru dari SMPN 8 yang ikut menguji sampel, mengaku terkejut melihat kenyataan bahwa air yang dikonsumsi siswa sehari-hari mengandung serpihan plastik.
Baca juga:
Riset Bocah SD Sidoarjo, Air Hujan dan Gelas Kertas Ternyata Berisi Plastik
“Saya kira air kemasan itu aman, tapi ternyata ada mikroplastiknya yang berbentuk seperti serpihan plastik transparan. Jadi ternyata mikroplastik itu benar-benar dekat banget dengan kita,” ungkap Rama, menegaskan betapa mendesaknya isu polusi ini.
Melalui pendekatan visual dan interaktif, Ecoton berhasil membuat siswa menyadari bahwa polusi plastik bukan hanya masalah lingkungan semata, tetapi telah menjadi isu serius yang menyangkut kesehatan masyarakat dan keberlangsungan generasi.
Ecoton berharap, kolaborasi lintas sektor seperti pameran seni ini dapat memperluas kesadaran publik, khususnya masyarakat Mojokerto, untuk lebih kritis terhadap kualitas lingkungan, terutama sungai sebagai sumber utama air bersih.