Pixel Code jatimnow.com

Hari Pohon Sedunia, Pameran Liana Reverie Ajak Jaga Keseimbangan Alam

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Pameran yang berlangsung sejak 8 November 2025 hingga 20 Januari 2026 ini, menjadi ruang dialog yang menghubungkan seni, alam, dan kesadaran lingkungan. (Foto/jatimnow.com)
Pameran yang berlangsung sejak 8 November 2025 hingga 20 Januari 2026 ini, menjadi ruang dialog yang menghubungkan seni, alam, dan kesadaran lingkungan. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rayakan Hari Pohon Sedunia, Yayasan Jati Nusa Lestari berkolaborasi dengan Philo Art Space menggelar pameran seni bertajuk "Liana Reverie: Vivid Colours" di Labyrinth Art Gallery, Nuanu Creative City.

Pameran yang berlangsung sejak 8 November 2025 hingga 20 Januari 2026 ini, menjadi ruang dialog yang menghubungkan seni, alam, dan kesadaran lingkungan.

Pembukaan pameran ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Bali, I Made Subagia. Pameran ini menampilkan karya dari 11 seniman dengan pendekatan visual dan konseptual yang beragam, yang mengeksplorasi hubungan antara manusia, alam, warna, dan kehidupan.

"Liana Reverie" sendiri merujuk pada tanaman liana, yang menjadi simbol keterhubungan dalam ekosistem. Seperti liana yang menyatukan pepohonan, pameran ini menghadirkan kisah keterjalinan antara manusia dan alam.

Dewan Penasihat Yayasan Jati Nusa Lestari dan pendiri Philo Art Space, Prof. Tommy F. Awuy, turut menyumbangkan karya berjudul Melasti #15 (Hutan Jati Uluwatu).

Baca juga:
Hotel Santika Tandai Hari Pohon Sedunia dengan Penanaman di Surabaya

Ia menjelaskan bahwa karyanya mengeksplorasi spiritualitas ritual Melasti Bali, sekaligus menyoroti hutan jati sebagai ruang kontemplasi.

"Seni dan alam memiliki hubungan yang sangat dekat. Keduanya mengajarkan tentang keseimbangan dan kesadaran. Melalui pameran ini, kami ingin menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian dari menjaga kemanusiaan itu sendiri," ujar Prof. Tommy.

Ketua Dewan Penasihat Yayasan Jati Nusa Lestari, Tony Billiton, menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah wujud semangat bersama untuk menjadikan seni sebagai bagian dari gerakan lingkungan.

"Kami percaya bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya bergantung pada aksi lapangan, tetapi juga pada cara kita membangun kesadaran publik. Melalui seni, pesan tentang keberlanjutan dapat disampaikan dengan cara yang menyentuh dan inspiratif," kata Tony.

Sebagian hasil dari pameran ini akan dialokasikan untuk mendukung program penghijauan Yayasan Jati Nusa Lestari, yang berfokus pada penanaman pohon dan pemberdayaan masyarakat lokal.