jatimnow.com – Anggota DPRD Jawa Timur, Drs. H. Satib, M.Si, meresmikan dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember. Pada kesempatan itu, Satib menegaskan agar pelaksanaan program tersebut tetap mengutamakan kualitas.
Peresmian dilakukan di Desa Lengkong dan Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, yang turut dihadiri anggota DPRD Jember Siswono, Muspika, pihak puskesmas, kepala sekolah, serta sejumlah undangan lainnya.
Kedua dapur MBG ini berada di bawah naungan Yayasan Bolo Haji Satib (BHS). Saat ini yang sudah mulai beroperasi adalah SPPG Lengkong dengan kapasitas 1.665 porsi, sementara SPPG Tegalrejo dijadwalkan menyusul.
“Ini baru mulai operasional. Jangan sampai program MBG yang tujuannya baik justru menghasilkan sesuatu yang kurang baik,” ujar Satib, Sabtu (22/11/2025).
Satib menyebut program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki kualitas SDM Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Program ini luar biasa. Pemerintah tidak hanya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan SPPG juga menuntut kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan bahan pangan dan fasilitas pendukung.
Baca juga:
BGN Siapkan Sanksi Bagi SPPG yang Belum Kantongi SLHS
“Mulai dari bupati, camat hingga kepala desa harus menyiapkan infrastruktur pendukung. Jika tidak, harga bahan makanan bisa melonjak ketika permintaan tinggi dan dikhawatirkan memicu inflasi,” jelasnya.
Selain manfaat gizi, Satib menilai program ini juga memberikan efek berantai terhadap ekonomi lokal, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja.
“Di sini saja dibutuhkan sekitar 50 tenaga kerja, dan semuanya harus warga setempat. Di Mumbulsari sudah ada empat SPPG dan mungkin akan bertambah,” ungkapnya.
Satib menegaskan bahwa kualitas menjadi prioritas utama dalam program MBG, termasuk evaluasi kapasitas penyediaan porsi oleh setiap SPPG.
Baca juga:
Anggaran BGN Turun, SPPG Tempurejo Kediri Kembali Layani Sekolah hingga Posyandu
“Pemerintah juga menghitung kemampuan dapur. Kalau awalnya target 3.000 porsi tapi kemampuan realistis hanya 1.500, maka itu yang diterapkan. Yang penting kualitasnya terjaga,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, di sejumlah daerah lain kuota penerima manfaat juga dievaluasi dan disesuaikan untuk memastikan standar pelayanan tetap optimal.
Program MBG telah dilengkapi desain dapur yang memenuhi standar dan SOP ketat untuk menjaga keamanan pangan serta efisiensi produksi.
URL : https://jatimnow.com/baca-80707-anggota-dprd-jatim-satib-2-sppg-baru-di-jember-utamakan-kualitas