jatimnow.com-Perum Jasa Tirta 1 (PJT 1) bekerjasama dengan organisasi sipil untuk memitigasi sampah yang ada di Sungai Brantas. Pengelolaan sampah di Sungai Brantas ini dilakukan dengan menggelar Pelatihan Pengembangan Kapasitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) di wilayah hulu, Kabupaten Malang, bersama Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia.
Direktur Utama (Dirut) Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat menyampaikan, kegiatan program TPS3R bersama CSEAS ini dilakukan untuk memperkuat mitigasi sampah sejak dari sumber hingga di sepanjang aliran Sungai Brantas.
"Ini menjadi langkah strategis bagi kami untuk memperkuat mitigasi sampah sejak dari sumbernya sebelum memasuki Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas," ujarnya, Senin (24/11/2025).
Kerjasama dengan CSEAS merupakan langkah penting menguatkan sinergi lintas pemangku kepentingan guna menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Apalagi DAS Brantas ini mengalir sepanjang 17 kabupaten kota di Jawa Timur.
“Pengelolaan sampah yang tepat di hulu perlu diterapkan. Kami berharap masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam merawat sungai," tuturnya.
Berbagai elemen masyarakat disebut Fahmi akan mengikuti pelatihan pengelolaan dan mitigasi sampah, mulai dari kepala dusun, kepala desa, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, serta komunitas pegiat lingkungan seperti Komunitas Kaliku, Alam Hijau, dan Sabers Pungli.
"Pelatihan berfokus pada penguatan keterampilan teknis dan kelembagaan pengelolaan sampah di tingkat desa yang sangat krusial dalam rantai hulu-hilir pengelolaan sungai," ungkapnya.
Baca juga:
Tebing 35 Meter Jalur Wisata Bromo Via Malang Longsor
Tiga narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan materi yang komprehensif. Nugraha Wijayanto, Praktisi TPS3R Mulyoagung Bersatu akan menjelaskan praktik terbaik dan model operasional TPS3R yang sukses dan berkelanjutan. Sedangkan Renung Rubiyatdji, Senior Partner CSEAS memaparkan peran pemangku kepentingan dalam penanganan sampah untuk mitigasi sampah. Selain itu dr. Donny Septian, MARS selaku Dokter dan Praktisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) PJT I membagikan materi pentingnya Aspek K3 dalam operasional pengelolaan sampah. Executive Director CSEAS, Arisman juga turut hadir memberikan motivasi kepada peserta mengenai penguatan wirausaha sosial dalam pengelolaan sampah.
Sebagai bentuk dukungan nyata, PJT I melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga menyerahkan bantuan pakaian kerja lapangan kepada perwakilan pengelola TPS3R di tiga Desa, yakni Desa Genengan, Desa Kendalpayak dan Desa Pakisaji. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang keamanan serta kenyamanan dalam kegiatan pengelolaan sampah di lapangan.
Sementara itu, Kepala Sub Divisi TJSL dan ESG PJT I, Andriana Kartikasari, menegaskan kembali komitmen perusahaan. Kolaborasi antar elemen, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kapasitas kelembagaan lingkungan menjadi kunci memitigasi pengelolaan sampah.
Baca juga:
Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Yai Mim Mengaku Sebagai Pasien RSJ Malang
“PJT I terus menjaga kelestarian Sungai Brantas melalui kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kapasitas kelembagaan lingkungan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen PJT I untuk memastikan sumber daya air tetap lestari bagi generasi mendatang," paparnya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah semakin meningkat. "Semoga melalui pelatihan ini dapat mendorong terbentuknya ekosistem pengelolaan lingkungan yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan di sekitar DAS Brantas," pungkasnya.