Pixel Code jatimnow.com

Unitomo Kerahkan 8 Fakultas, Dukung Penuh Ekonomi Biru Halmahera Utara

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Penandatanganan MoU dan MoA antara Unitomo dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (26/11/2025). (Foto: Unitomo for JatimNow.com)
Penandatanganan MoU dan MoA antara Unitomo dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (26/11/2025). (Foto: Unitomo for JatimNow.com)

jatimnow.com - Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah dengan mengerahkan delapan fakultasnya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.

Langkah ini diwujudkan melalui Diskusi Strategis bertajuk “Hilirisasi Kelapa Sebagai Role Model Penguatan Ekonomi Daerah” yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unitomo di Surabaya, Selasa (26/11/2025).

Diskusi ini menghadirkan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Guru Besar Teknologi Pangan Prof. Fadjar K Hartati, dan Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah sebagai narasumber utama.

Fokus pembahasan adalah strategi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam mentransformasi komoditas kelapa menjadi produk bernilai tambah melalui hilirisasi.

Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa kebijakan tegas berupa Peraturan Daerah (Perda) yang melarang ekspor kelapa mentah menjadi kunci keberhasilan.

"Industri yang hadir di Halmahera Utara yang kita lahirkan hari ini dengan peraturan ini bukan sekedar untuk menghasilkan produk yang kita ekspor, tapi memiliki multiplier effect yang sangat luar biasa, karena ada tenaga kerja yang tertampung di sana dan kemudian terjadi persaingan harga yang semuanya itu dinikmati oleh masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, harga kopra di tingkat petani melonjak hingga Rp25.000 per kilogram setelah implementasi kebijakan tersebut.

Baca juga:
Konflik Armuji–Madas Berakhir, Warga Surabaya Dapat Jaminan Stabilitas

Prof. Fadjar K Hartati mengapresiasi langkah berani Halmahera Utara. Menurutnya, kelapa adalah "pohon kehidupan" yang memiliki potensi ekonomi di setiap bagiannya.

"Kebijakan ini adalah langkah cerdas untuk menghentikan kerugian ekonomi akibat ekspor bahan mentah dan memaksa lahirnya inovasi pangan," tegasnya.

Ia mencontohkan, kebijakan ini telah mendorong diversifikasi produk turunan kelapa seperti coconut milk, santan bubuk, dan Virgin Coconut Oil (VCO).

Baca juga:
Drama Ormas Madas-Armuji Berakhir Damai di Meja Rektor Unitomo

Sementara itu Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah menyatakan kesiapan Unitomo untuk mendukung penuh agenda hilirisasi ini melalui kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

"Kami siap terlibat, termasuk melalui program pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang bersinergi langsung dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara," tegas Prof. Siti.

Diskusi ini diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) antara Unitomo dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, menandai komitmen bersama untuk menjadikan hilirisasi kelapa sebagai motor penggerak ekonomi biru di Halmahera Utara.