Pixel Code jatimnow.com

Website Jurnal Diserang Judol? ARJUNU dan RJI Siap Bantu Mitigasi

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
ARJUNU dan RJI gelar webinar nasional mitigasi serangan siber judol pada website jurnal ilmiah. (Foto/Tangkapan Layar)
ARJUNU dan RJI gelar webinar nasional mitigasi serangan siber judol pada website jurnal ilmiah. (Foto/Tangkapan Layar)

jatimnow.com - Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal PTNU (ARJUNU) bekerja sama dengan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Mitigasi Serangan Siber Judol pada Website Jurnal Ilmiah”.

Kegiatan ini merupakan respons terhadap meningkatnya serangan digital yang menargetkan situs-situs jurnal ilmiah di lingkungan PTNU maupun secara nasional.

Webinar yang diselenggarakan melalui Zoom Meeting ini dibuka secara resmi oleh Pembina ARJUNU LPT-PBNU, Ali Formen. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi sinergi antara ARJUNU dan RJI dalam menghadirkan kegiatan yang relevan dengan tantangan digital saat ini.

“Saya mengapresiasi kerja sama ARJUNU dan RJI. Serangan siber judol pada website jurnal ini sungguh di luar nalar. Dampaknya tidak hanya teknis, tetapi juga dapat mengganggu kredibilitas lembaga dan reputasi ilmiah. Maka kegiatan seperti ini sangat kita perlukan,” ungkap Ali Formen.

Dia pun mengajak seluruh pengelola jurnal untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat perlindungan digital pada sistem OJS masing-masing.

Ketua Umum RJI, Arbain, mengungkapkan bahwa RJI menerima semakin banyak aduan terkait serangan siber judol yang mengakibatkan jurnal tidak dapat diakses, mengalami perubahan tampilan, hingga dialihkan ke halaman yang tidak pantas.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kami menerima banyak sekali laporan. Ada jurnal yang tiba-tiba down saat proses akreditasi, ada pula yang harus pindah domain karena serangan tidak bisa dihentikan. Inisiatif ARJUNU menyelenggarakan webinar mitigasi ini sangat tepat momentumnya,” ujar Arbain.

Menurutnya, masalah ini sudah cukup mengkhawatirkan, terutama karena dapat menghambat proses akreditasi dan merugikan institusi.

Ketua ARJUNU, Fifi Khoirul Fitriyah, menegaskan bahwa ARJUNU menerima banyak laporan serius dari para pengelola jurnal PTNU yang websitenya disusupi atau diretas oleh serangan judol.

Ia menyebutkan beberapa kasus memprihatinkan, termasuk jurnal Scopus Q1 yang terpaksa down dan pindah alamat, serta beberapa jurnal yang tidak dapat membuka akses ARJUNA karena serangan terjadi saat masa pengajuan akreditasi.

“Ini sudah bukan lagi masalah teknis biasa. Ini mengenai marwah jurnal, reputasi perguruan tinggi, dan keberlanjutan tata kelola ilmiah kita. Webinar ini menjadi ikhtiar awal untuk membangun sistem pertahanan digital bersama,” tegasnya.

Fifi menambahkan bahwa ARJUNU berkomitmen untuk melakukan pendampingan lebih intens kepada pengelola jurnal PTNU agar peristiwa serupa dapat dicegah di masa mendatang.

"ARJUNU akan menindaklanjuti webinar ini dengan program pendampingan, pelatihan teknis lanjutan, serta penyusunan panduan keamanan digital yang dapat digunakan oleh seluruh pengelola jurnal PTNU. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah penting untuk menciptakan ekosistem publikasi ilmiah yang lebih aman, profesional, dan bermartabat," ungkapnya.

Sesi inti webinar ini menghadirkan narasumber dari Tim IT RJI, yaitu Rifqi Syamsul F., dan Miftahul. Keduanya menjelaskan pola serangan judol yang semakin agresif, titik kerentanan OJS (Open Journal Systems), dan langkah teknis yang dapat dilakukan pengelola jurnal untuk meningkatkan keamanan sistem.

Webinar ini diikuti oleh ratusan pengelola jurnal dari berbagai PTNU dan komunitas pengelola jurnal nasional. Diskusi berlangsung interaktif, menunjukkan tingginya kebutuhan penguatan keamanan digital dalam pengelolaan jurnal saat ini.