Pixel Code jatimnow.com

Kiai Asep Minta Pengurus NU Berbenah: Jangan Berebut Komisaris dan Keuntungan Tambang

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah dilanda konflik internal. (Foto/jatimnow.com)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah dilanda konflik internal. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kiai Haji Asep Saifuddin Halim, angkat bicara mengenai konflik internal yang tengah melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kiai Asep secara terbuka mendoakan agar konflik tersebut segera berakhir dan meminta pengurus NU untuk berbenah, fokus pada cita-cita luhur organisasi.

Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) itu juga menyampaikan pesan tegas kepada para pengurus NU untuk meluruskan orientasi kepemimpinan mereka.

"Kami mendoakan, semoga NU segera menjadi NU yang segera berbenah tentang kepemimpinannya. Benar orientasinya," ujar Kiai Asep.

Ia menegaskan bahwa tugas utama pengurus NU adalah mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan, yaitu terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan. Namun, ia juga melontarkan kritik tajam mengenai isu-isu yang belakangan ini menyeruak di tubuh organisasi.

Baca juga:
Bukan Sekadar Jalan Kaki, Ada Komando Keselamatan Bangsa di Balik Isyaroh NU

"Jangan jadi pengurus NU berebut komisaris. Jangan jadi pengurus NU mencari keuntungan tambang," tegas Kiai Asep.

Menurutnya, pengurus NU harus berpegang teguh pada prinsip ketulusan. Cita-cita Nahdlatul Ulama yang sesungguhnya adalah mengawal paham Rahmatan lil 'alamin.

Baca juga:
Ponpes Lirboyo Kediri Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke 35

"Tetapi yang tulus untuk mewujudkan cita-cita Nahdlatul Ulama. Apa? Mengawal paham Rahmatan lil 'alamin. Paham inklusif, karena dengan paham inklusif ini akan terwujud kesatuan dan kebersatuan," pungkasnya.

Pernyataan Kiai Asep ini menambah daftar tokoh ulama yang menyerukan agar PBNU segera menyelesaikan persoalan internalnya dan kembali fokus pada khittah perjuangan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.