Pixel Code jatimnow.com

Kementerian LHK Beri Apresiasi untuk Bupati Trenggalek dan Tiga Desa Proklim

Editor : Bramanta  
Foto: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Airifin saat menerima oenghargaan dari Kementerian LHK. (Prokopim/jatimnow.com)
Foto: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Airifin saat menerima oenghargaan dari Kementerian LHK. (Prokopim/jatimnow.com)

jatimnow.com–Komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam menjaga lingkungan hidup mendapat pengakuan nasional. Tiga desa di Kabupaten Trenggalek berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI tahun ini.

Desa Gemaharjo di Kecamatan Watulimo dan Desa Karanganyar di Kecamatan Pule ditetapkan sebagai penerima Proklim Utama, sementara Desa Gading di Kecamatan Tugu meraih penghargaan Proklim Lestari, kategori tertinggi dalam program tersebut.

Tidak hanya itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin juga menerima penghargaan sebagai Pembina Proklim. Ini menjadi kali keempat secara berturut-turut meraih apresiasi tersebut. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri LHK, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, dalam acara puncak Proklim di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (1/12/2025).

“Terima kasih, semoga desa-desa semakin semangat untuk melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Ipin selepas menerima penghargaan.

Dalam kesempatan itu, Mas Ipin juga menyambut baik reposisi konsep Proklim dari “kampung iklim” menjadi komunitas untuk iklim. Perubahan ini dinilai dapat memperluas jangkauan dan mendorong partisipasi lebih luas dari berbagai elemen masyarakat.

“Sekarang konsep Proklim direposisi, tidak lagi kampung iklim tetapi komunitas untuk iklim sehingga skalanya tidak hanya desa,” jelasnya.

Baca juga:
Ratusan CJH Trenggalek Belum Lolos Istitha'ah

Sebagai tindak lanjut di tingkat daerah, Pemkab Trenggalek melakukan inovasi penguatan gerakan lingkungan hingga level terkecil.

“Di tingkat kabupaten pun kita turunkan Adipura Desa menjadi Adipura RT. Harapannya, komunitas-komunitas semakin bergerak, termasuk komunitas sekolah,” lanjutnya.

Mas Ipin mengungkapkan bahwa Pemkab Trenggalek tengah menyiapkan program pengolahan sampah yang dimulai dari lingkungan sekolah. Program ini akan segera diluncurkan sebagai bagian dari upaya besar daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Baca juga:
Tren Penyakit Gagal Ginjal Naik di Trenggalek, Pasien Termuda Usia 15 Tahun

“Kita ingin mulai pengolahan sampah dari tingkat sekolah, nanti akan kita launching. Semoga semua ini bisa menghindarkan kita dari bencana akibat perubahan iklim,” pungkasnya.

Penghargaan ini semakin menegaskan posisi Trenggalek sebagai salah satu daerah yang konsisten mendorong pembangunan berkelanjutan, melibatkan masyarakat, dan memperkuat ketahanan iklim melalui berbagai inisiatif lokal.