jatimnow.com-Sebuah kedai makan di Malang memberikan makan gratis bagi warga Aceh yang keluarganya terdampak bencana banjir bandang. Makan gratis ini diberikan untuk meringankan beban para keluarga korban banjir yang ada di rantau sambil menunggu kabar dari keluarga di Aceh.
Makan gratis ini dimanfaatkan betul oleh para warga Aceh, khususnya mahasiswa yang terdampak keterlambatan kiriman uang dari keluarganya di masa bencana. Keterbatasan akses internet dan matinya jaringan listrik membuat akses ATM dan internet terputus.
Mereka hanya perlu menunjukkan KTP Aceh yang datang ke kedai makan di kawasan Jalan Candi Trowulan, Kota Malang, dan menunjukkan KTP Aceh di kasir. Dari KTP itulah mereka diberikan alternatif menu makanan dengan varian lauk nasi lemak ayam atau lauk tongkol, serta menu es teh.
Harisul Qiram, mahasiswa UIN Malang asal Aceh mengungkapkan, rasa kekhawatirannya di Malang mendengar kabar kampung halamannya di Takengon, Provinsi Aceh. Apalagi nyaris empat hari pertama tak ada kabar atau lost contact akibat ketiadaan listrik, sinyal seluler, hingga internet.
"Kebetulan keluarga di Aceh Terisolir lumayan parah, karena tidak ada akses internet, listrik, keluarga menghubungi juga baru dua kali ini, akses (sinyal) terbatas dapat internet dari Dukcapil, terakhir ngabarin tadi subuh, kondisi selamat semuanya, cuma stok makanan menipis, cuma ada beras dan telur saja," ujarnya, Rabu (3/12/2025)
Mahasiswa asal Takengon, Kabupaten Aceh Tengah ini mengayakan terputusnya akses komunikasi membuatnya harus berhemat agar kiriman uang dari orang tua di kampung halaman bisa dimanfaatkan betul. Adanya program makan gratis bagi warga Aceh di salah satu kedai makan di Malang cukup membantunya.
"Bagi kami sebagai mahasiswa di perantauan cukup terbantu dengan adanya makan gratis ini. Sambil menunggu kabar lanjutan dari kampung halaman," tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Cut Ulfia. Mahasiswa asal Banda Aceh ini mengaku diajak teman-temannya untuk menikmati makan gratis di salah satu kedai makan. Makan gratis ini bisa mengurangi beban pengeluaran uang di rantau sambil menunggu kondisi di Aceh membaik, meskipun di kampung halamannya tidak terdampak langsung.
"Sangat membantu apalagi teman-teman kayak di mention belum dapat kabar dari rumahnya, nunggu kabar saja susah apalagi dapat kiriman setidaknya tidak perlu memikirkan makan lagi, mikir kuliah saja. Aslinya dari Banda Aceh di jaringan sama mati lampunya saja," ungkapnya.
Baca juga:
Tebing 35 Meter Jalur Wisata Bromo Via Malang Longsor
Sementara itu, Siti Hajnia pemilik kedai Jasa Ayah menuturkan, program menggratiskan makan bagi warga Aceh dengan menunjukkan KTP digagasnya sebagai bentuk kepeduliannya. Apalagi ia memang juga berasal dari Bireuen, Aceh, yang juga keluarga dan kampung halamannya nya juga terdampak banjir bandang.
"Kebetulan keluarga di sana banyak yang lost kontak, susah dihubungi, nggak ada sinyal, mati lampu. Dari situ akhirnya kepikiran juga mau bantu ke sana, tapi bingung juga. Akhirnya yang pertama terpikirkan adalah bantu teman-teman mahasiswa yang ada di Malang, karena mereka juga pasti kesusahan nggak dapat kiriman dari orang tua, belum dapat kabar dari orang tuanya di sana," ucapnya.
Ia pun berinisiatif memberikan makan gratis kepada warga Aceh dengan menunjukkan KTP-nya di empat kedai makan miliknya, dimana dua kedai makan berada di Kota Malang serta dua lagi di Yogyakarta. Makan gratis ini diberikan sejak Sabtu (29/11/2025) hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Sementara kita fokuskannya ke teman-teman yang KTP-nya Aceh. Jadi teman-teman itu tinggal datang, kemudian menunjukkan KTP-nya dari Aceh, dan bisa langsung klaim untuk sarapan atau makan gratis di sini," tetangnya.
Baca juga:
Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Yai Mim Mengaku Sebagai Pasien RSJ Malang
Selama empat hari berlangsung sudah sebanyak 25 - 35 orang kedainya Kota Malang yang memberikan makan gratis. Para mahasiswa Aceh ini biasanya makan satu hingga dua kali sehari, dan diberlakukan tanpa membayar alias gratis.
"Selama empat hari ya hampir 500 orang, kalau yang di Malang sini rata-rata 25 - 35 orang, yang di Yogyakarta bisa 35 - 40 orang per harinya. Pembatasan nggak ada, jadi sehari bebas boleh klaim berapapun, terus besoknya balik lagi pun juga boleh ," imbuhnya.
Ia berharap penyediaan makan gratis bagi mahasiswa Aceh yang ada di Malang dan Yogyakarta bisa mengurangi beban pengeluaran sambil menunggu kabar dari keluarga. Sebab di Malang dan Yogyakarta disebutnya juga banyak para mahasiswa asal Aceh yang menempuh pendidikan.
"Alhamdulillah responnya cukup baik, jadi tiap harinya itu ada saja pasti yang klaim aktivasi dari program ini. Saya harap bisa membantu mereka yang jauh dari keluarga, sambil menunggu kabar, dan kiriman uang di tengah kondisi bencana di sana," pungkasnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-80910-kedai-di-malang-ini-berikan-makan-gratis-bagi-warga-aceh