Pixel Code jatimnow.com

Kunker 2 Hari di Lamongan, Menteri Wihaji Temui KRS hingga Luncurkan Program Sidaya

Editor : Yanuar D   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang juga Kepala BKKBN, Wihaji saat menemui KRS di Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang juga Kepala BKKBN, Wihaji saat menemui KRS di Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Lamongan rangka peluncuran program nasional Lanjut Usia Berdaya (Sidaya).

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji juga mengunjungi warga kurang mampu yakni keluarga Ibu Aliati (29) di Desa Rancang Kencono, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

Aliati sendiri merupakan warga kurang mampu dalam kondisi hamil 8 bulan masuk dalam kategori Keluarga Resiko Stunting (KRS) yang memerlukan bantuan tindak lanjut dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang sebelumnya digaungkan BKKBN.

"Dalam kunjungan ke Lamongan ada tiga titik lokasi salah satunya KRS, ini adalah tanggung jawab kami dimana data skala nasionalnya 19,8 persen," ungkap Kepala BKKBN, Wihaji, Kamis (4/12/2025).

Kunjungan kali ini juga sesuai dengan intruksi Presiden Prabowo untuk semua kementerian bertindak proaktif melakukan cek dan respon cepat terhadap kondisi masyarakat.

Baca juga:
Akun IG Disbudporapar Lamongan Diretas Hacker Judol, Catut Nama Elon Musk

"Harapanya kita terus ke lapangan karena perintah pak Presiden jangan banyak diskusi banyak seminar kerja cek lapangan benar-benar dibantu," tuturnya.

Saat menemui keluarga Ibu Aliati, Kepala BKKBN memberikan sejumlah bantuan termasuk renovasi rumah dan bantuan modal usaha.

"Ini bagian dari negara hadir pemerintah hadir untuk keluarga resiko stunting (KRS) yang kebetulan hamil 8 bulan saya ngecek dapur, airnya, kondisi rumahnya memang layak untuk di bantu. Kita bangunkan rumahnya, untuk ekonominya kita kasih modal tipis-tipis," urainya.

Baca juga:
Bupati Lamongan: Perbaikan Ornamen Paduraksa Tunggu Masa Libur

Dalam dua hari kunjungan dinas, masih di lokasi yang sama pada Kamis (4/12/2025), Menteri Wihaji melakukan kunjungan ke Keluarga Resiko Stunting (KRS) di Desa Rancang Kencono dan Desa Siman, kemudian lanjut ke pondok pesantren Al-Fattah Induk dan berdialog dengan 1000 Santri. Keesokan harinya, Menteri Wihaji berkunjung ke pasar tradisional Sekaran dan melakukan diskusi interaktif dengan lansia entrepreneur. 

Dalam rangkaian peluncuran Sidaya, Menteri Wihaji secara simbolis menyerahkan alat bantu lansia, menyaksikan wisuda Sekolah Lansia, dan melakukan diskusi interaktif serta mengunjungi booth kegiatan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satya Gatra), pameran program dan gelar dagang lansia entrepreneur, pelayanan kesehatan bagi lansia, dan bilik konseling.