Pixel Code jatimnow.com

KAI–KNKT Gerak Cepat Inspeksi Jalur Rawan Demi Keamanan Penumpang Natal

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI, Rafli Yandra saat di Stasiun Jember. (Foto: Aji/jatimnow.com)
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI, Rafli Yandra saat di Stasiun Jember. (Foto: Aji/jatimnow.com)

jatimnow.com – Demi memastikan keamanan penumpang menjelang libur Natal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan inspeksi ke sejumlah jalur rawan kecelakaan.

“Ya, ini merupakan kegiatan rutin menjelang Natal, yaitu KIS atau inspeksi. Hari ini adalah hari ketiga, setelah dimulai bulan lalu dari Stasiun Gambir dan berakhir di Surabaya,” kata Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI, Rafli Yandra, Kamis (4/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa Daop 9 Jember telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya pengecekan jalur kereta.

“Untuk penumpang di Daop 9, kami menyiapkan 140 seat, 145 seat. Realisasinya sejauh ini sudah terjual sekitar 45.000 seat,” jelasnya.

Selain itu, PT KAI juga menyelenggarakan stimulus tiket berupa diskon 30 persen untuk total 10,5 juta seat, dan hingga kini sudah dimanfaatkan sekitar 25 persen penumpang.

Baca juga:
Tiket KA Nataru di Wilayah Daop 7 Madiun Telah Terjual 76 Persen

Dalam inspeksi kali ini, KAI mengidentifikasi tiga titik rawan banjir di Jawa Timur, yaitu dua titik di Pasuruan dan satu titik di Banyuwangi. KAI juga menambah 41 personel untuk memperkuat layanan, penjagaan, dan pemeriksaan dokumen penumpang selama masa angkutan Natal.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menegaskan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan perjalanan.

“Sedini mungkin kita mengecek jalur-jalur yang rawan bencana menjelang hari besar, sehingga masalahnya bisa langsung diputuskan dan diperbaiki sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Baca juga:
Angkutan Barang Hantaran Paket KAI Daop 7 Madiun Catat Kinerja Positif

Ia menambahkan bahwa personel juga disiagakan di titik-titik kerawanan yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.

“Kami melihat implementasinya sudah baik, dan rekomendasi-rekomendasi juga sudah dijalankan,” pungkas Soerjanto.