Pixel Code jatimnow.com

Mahasiswa Magister Teknik Sipil Untag Surabaya Unjuk Gigi di IPCCE 2025 ITB

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Mahasiswa Magister Teknik Sipil Untag Surabaya berpartisipasi dalam IPCCE 2025 di ITB.  (Foto: Humas Untag Surabaya/jatimnow.com)
Mahasiswa Magister Teknik Sipil Untag Surabaya berpartisipasi dalam IPCCE 2025 di ITB. (Foto: Humas Untag Surabaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebelas mahasiswa Magister Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sukses berpartisipasi dalam ajang International Postgraduate Conference on Civil Engineering (IPCCE) 2025 yang berlangsung di Gedung CIBE, Institut Teknologi Bandung (ITB), pada 3–4 Desember 2025.

Konferensi yang bertema "Resilient Infrastructure for Sustainable Development: Innovations and Challenges in Civil Engineering" ini menjadi wadah bergengsi bagi para peneliti pascasarjana dari berbagai negara untuk bertukar ide, hasil penelitian, dan inovasi di bidang teknik sipil.

Dari sebelas mahasiswa yang berpartisipasi, tujuh di antaranya tampil sebagai pemakalah yang mempresentasikan hasil penelitian tesis mereka dalam sesi paralel secara daring.

Sementara itu, empat pemakalah lainnya hadir langsung di Bandung untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka secara luring.

Satu dosen dari Untag Surabaya turut hadir sebagai peserta non-pemakalah, mengingat kegiatan ini memang dikhususkan untuk mahasiswa pascasarjana.

Kehadiran delegasi Untag Surabaya ini diperkuat dengan surat tugas resmi dari Fakultas Teknik Untag Surabaya bernomor 959/K/FT/XI/2025.

IPCCE 2025 sendiri merupakan evolusi dari Konferensi Nasional Pascasarjana Teknik Sipil (KNPTS) yang sebelumnya menjadi agenda tahunan Pascasarjana Teknik Sipil ITB.

Perbedaan signifikan terlihat dari skala konferensi yang kini melibatkan peserta dari tingkat internasional, baik dari kalangan mahasiswa magister maupun doktoral. Hal ini menciptakan diskusi ilmiah yang lebih intens dan menantang.

Menurut Kaprodi Magister Teknik Sipil Untag Surabaya, Hanie Teki Tjendani, yang turut hadir sebagai peserta resmi, partisipasi mahasiswa dalam forum akademik internasional seperti IPCCE memiliki nilai strategis dalam pengembangan kapasitas riset.

Baca juga:
Marak Produk Palsu, Mahasiswa Untag Turun Gunung Bedah Hak Konsumen

"Event seperti IPCCE bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan sarana belajar yang sangat berharga di lingkup yang lebih luas. Sesi paralel memberikan kesempatan bagi mahasiswa S2 dan S3 untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan berdasarkan konsentrasi bidang keilmuan masing-masing. Jika ada mahasiswa yang mampu tampil baik dan mendapat penghargaan, itu adalah bonus, bukan tujuan utama," terangnya.

Dalam beberapa sesi presentasi, mahasiswa Untag Surabaya yang tengah menyelesaikan tesis mendapatkan pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta lain, yang sebagian besar berasal dari jenjang doktoral.

Hanie menjelaskan bahwa dinamika diskusi semacam ini justru memberikan ruang pembelajaran yang sangat berharga.

"Pertanyaan-pertanyaan tajam tersebut menjadi masukan konstruktif yang dapat dipertimbangkan untuk penelitian lanjutan mereka. Ini adalah kesempatan emas untuk melihat bagaimana karya mereka dinilai oleh komunitas akademik yang lebih luas," tambahnya.

Baca juga:
Mahasiswa Terdampak Bencana? Untag Surabaya Siap Bantu! Ini Kebijakannya

Partisipasi Untag Surabaya dalam kegiatan akademik yang diselenggarakan oleh Pascasarjana Teknik Sipil ITB bukanlah yang pertama kalinya.

Pada tahun sebelumnya, saat kegiatan masih bernama KNPTS 2024, perwakilan Untag Surabaya bahkan berhasil meraih predikat Pembawa Makalah Terbaik melalui topik penelitian terkait pembangunan flyover menuju Bandar Udara Juanda, Sidoarjo.

Melalui keikutsertaan aktif dalam IPCCE 2025, Program Magister Teknik Sipil Untag Surabaya menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus memperluas keterlibatan mahasiswanya dalam jaringan akademik nasional dan global.

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas penelitian mahasiswa, sekaligus meningkatkan kontribusi Untag Surabaya dalam pengembangan ilmu teknik sipil yang berkelanjutan.