Pixel Code jatimnow.com

DPRD Jember Minta Pemkab Akomodir Masukan Terkait Pembangunan Street Food

Editor : Bramanta   Reporter : Sugianto
Foto:  Anggota DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Anggota DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Rencana pembangunan kawasan street food di Jalan Kartini Jember kembali menjadi perhatian publik. Anggota DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman, meminta Pemerintah Kabupaten Jember untuk benar-benar mengakomodir berbagai masukan dari masyarakat sebelum proyek tersebut dilanjutkan.

Agung mengatakan, pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari area Alun-Alun Jember ke Jalan Kartini telah menimbulkan sejumlah respon, termasuk adanya surat terbuka dari pihak gereja yang keberatan terhadap lokasi pembangunan.

"Terkait pembangunan memindahkan PKL dari alun-alun ke Jalan Kartini, saya dengar memang ada surat terbuka dari pihak gereja. Kami berharap ini dikaji ulang," ujarnya Sabtu, (6/12/2025).

Menurut anggota Komisi C DPRD Jember tersebut, masukan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat tanpa menimbulkan persoalan baru.

"Apapun itu, itu masukan masyarakat. Harap diakomodir ke depannya," tegasnya.

Agung menilai, Pemkab Jember perlu mengajak seluruh pihak duduk bersama, baik pihak gereja, warga sekitar, maupun para PKL, agar kebijakan yang diterapkan nantinya bisa diterima secara luas.

Baca juga:
Komisi C DPRD Jember Dorong Direksi BUMD Tak Sekadar Fokus Pelayanan

"Katanya tetap berjalan, mudah-mudahan dengan adanya ini semua bisa terangkul, baik pihak gereja maupun PKL," paparnya.

Agung tidak menampik bahwa keberadaan PKL di sekitar Alun-Alun Jember selama ini memang kurang tertata rapi. Karena itu, pembangunan sentra street food di Jalan Kartini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk menata dan menyediakan lokasi yang layak bagi para pedagang sekaligus memudahkan masyarakat. Namun, Agung mengingatkan bahwa pelebaran trotoar dan pemanfaatan sebagian badan jalan untuk area street food berpotensi mengurangi lebar jalan dan menimbulkan kemacetan. Agung berharap Pemkab Jember memiliki solusi matang terkait potensi kepadatan lalu lintas dan keramaian yang mungkin terjadi setelah kawasan street food itu beroperasi.

"Mudah-mudahan pemkab bisa mengatasi bila terjadi keramaian atau kemacetan di luar dugaan. Semoga Jember lebih baik dan lebih maju," pungkasnya.

Baca juga:
Anggaran Perbaikan Atap Stadion JSG Lenyap di APBD Tahun Ini