Pixel Code jatimnow.com

UM Surabaya Bertransformasi Jadi UMSURA, 7 Jurus Rektor Pacu Kampus Go-Global

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Rektor UMSURA, Dr. Mundakir, M.Ag. memaparkan tujuh terobosan fundamental yang akan menjadi fokus utama UMSURA ke depan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Rektor UMSURA, Dr. Mundakir, M.Ag. memaparkan tujuh terobosan fundamental yang akan menjadi fokus utama UMSURA ke depan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) resmi mengumumkan identitas barunya sebagai UMSURA, sebuah perubahan yang diharapkan membawa energi baru, modernitas, dan karakter yang lebih kuat bagi institusi.

Peresmian yang berlangsung meriah pada Rabu (9/12/2025) di At Taawun Tower lantai 23, sekaligus menegaskan positioning UMSURA sebagai “Home of Champion” atau Rumah Para Juara.

Proses rebranding UM Surabaya ini diperkenalkan kepada seluruh civitas akademika melalui peragaan busana yang menampilkan logo baru, almamater, toga wisuda, dan berbagai merchandise kampus. Momen ini bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Rektor UMSURA, Dr. Mundakir, M.Ag.

Menurut Mundakir, transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan langkah strategis untuk memperkuat komitmen, memperbarui kolaborasi, dan menghadirkan gagasan progresif demi kemajuan institusi.

"Mulai hari ini, universitas secara resmi memperkenalkan singkatan UMSURA. Logo baru ini mencerminkan karakter kampus yang modern, progresif, dan berani," tegasnya.

Tagline baru, "Home of Champion," merepresentasikan banyaknya atlet nasional dari berbagai cabang olahraga yang memilih UMSURA sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.

7 Pilar Transformasi UMSURA: Memacu Kampus Mendunia

Dalam perayaan bersejarah ini, Rektor Mundakir memaparkan tujuh terobosan fundamental yang akan menjadi fokus utama UMSURA ke depan:

1. UMSURA sebagai Global University Hub

UMSURA kini aktif memosisikan diri sebagai pusat kolaborasi global. Komitmen ini diwujudkan dengan pembangunan Global Hub, sebuah ruang strategis untuk memperluas jejaring internasional dan memfasilitasi pengalaman belajar lintas negara bagi mahasiswa dan dosen.

2. Internasionalisasi Double Degree dan Community Service

Ekspansi program internasional terus digencarkan, mencakup program double degree dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.

Tercatat, mahasiswa UMSURA saat ini berasal dari berbagai negara, mulai dari Malaysia, Spanyol, Palestina, Yaman, hingga Filipina.

3. Penambahan Program Beasiswa Unggulan

Memasuki tahun ajaran 2026/2027, UMSURA menambah jumlah program beasiswa dari 11 menjadi 14 program. Perluasan akses ini mencakup Beasiswa KIP-K, Atlet, Influencer, Tahfidz (termasuk khusus FK/FKG), hingga Beasiswa Difabel dan Warga Sekitar Kampus.

Baca juga:
Foto: Catwalk Fashion Show Perkenalkan Identitas Baru UMSURA

4. Kampus Para Juara (Home of Champions)

UMSURA semakin menegaskan identitasnya sebagai markas para atlet berprestasi. Nama-nama bintang Timnas Indonesia seperti Rizky Ridho, Ramadhan Sananta, Malik Risaldi, dan Komang Teguh adalah sebagian kecil dari atlet yang kini menempuh studi di kampus ini.

5. Kampus Inklusif dan Ramah Difabel

Komitmen terhadap inklusivitas diperkuat dengan penyediaan beasiswa khusus bagi mahasiswa difabel dan jaminan lingkungan belajar yang setara.

Mundakir mengaku bangga dengan Khusnul Yaqin, mahasiswa Fakultas Hukum dan atlet Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia yang pernah berlaga di Piala Dunia Amputasi Turki.

6. Pembangunan Harmony Building di Tahun 2026

Tahun 2026 akan menjadi penanda penting dengan dimulainya pembangunan Harmony Building, gedung 18 lantai yang didesain sebagai pusat kegiatan terpadu.

"Diberi nama 'Harmony' karena mengusung semangat menyatukan berbagai disiplin ilmu, aktivitas mahasiswa, inovasi teknologi, dan penguatan karakter," tegas Mundakir.

Baca juga:
Dua Inovasi UM Surabaya Lolos ke Konferensi Internasional SIGMA Asia 2025

Ia menjelaskan bahwa gedung baru ini akan dilengkapi Sport Center, kantin, ruang komunal, dan berbagai laboratorium unggulan.

7. Penyesuaian Fakultas dan Program Studi Baru

Dalam upaya adaptif terhadap kebutuhan masa depan, UMSURA juga mengubah nomenklatur fakultas dan membuka program studi baru.

FKIP bertransformasi menjadi Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS), sementara FAI menjadi Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP).

Program studi baru yang akan dibuka mencakup: S1 Data Science, S1 Film & Animasi, S2 Pendidikan Digital (di FPKS); S1 Bioteknologi Kesehatan, S1 Medical Informatics, S2 Magister Keperawatan, dan Profesi Fisioterapi (di FIK).

"Tentu langkah ini memperkuat komitmen UMSURA sebagai institusi pendidikan yang adaptif, relevan, dan siap menjawab kebutuhan masa depan," kata Mundakir.

Perubahan brand UMSURA, dengan pondasi tujuh terobosan strategis, menandai babak baru yang ambisius bagi universitas, bukan hanya di kancah nasional tetapi juga global.