jatimnow.com - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) menunjukkan kinerja cemerlang di tengah tantangan logistik global.
Hingga Oktober 2025, perusahaan mencatat lonjakan laba sebesar 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebuah indikasi kuat keberhasilan strategi transformasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Pencapaian ini tidak hanya didorong oleh efisiensi internal, tetapi juga oleh ekspansi strategis, termasuk perluasan bisnis jasa kepelabuhanan melalui pengelolaan kegiatan shorebase untuk mendukung operasi hulu migas (upstream). Ekspansi ini diproyeksikan dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi operasional bagi pengguna jasa.
Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Indra Hidayat Sani, menegaskan bahwa capaian positif ini adalah hasil sinergi dan konsistensi seluruh insan perusahaan.
“Pencapaian hingga Oktober 2025 ini menunjukkan bahwa arah transformasi yang kami jalankan sudah berada di jalur yang tepat. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan volume, tetapi juga memastikan setiap proses bisnis berjalan dengan aman, efisien, dan sesuai prinsip tata kelola yang baik,” ujar Indra Hidayat Sani.
“Ke depan, PTP Nonpetikemas akan terus memperkuat kapabilitas operasional dan inovasi layanan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan," lanjutnya.
Secara keseluruhan, realisasi throughput PTP Nonpetikemas mencapai 37,67 juta ton/m³ hingga Oktober 2025, tumbuh 2% secara tahunan. Kinerja unggul juga tercatat di berbagai cabang:
Kinerja positif juga tercermin di berbagai cabang, di mana Tanjung Priok berhasil mencatatkan penanganan general cargo tumbuh 10,12% menjadi 7,7 juta ton. Selain itu, Cabang Jambi mencatat pertumbuhan signifikan pada curah cair sebesar 65,13%, mencapai 917 ribu ton.
Sementara itu, Cabang Teluk Bayur menunjukkan hasil baik pada sektor curah cair yang tumbuh 14,21% (2,6 juta ton) dan bag cargo yang tumbuh 10% (571 ribu ton).
Baca juga:
Terminal Kijing Ubah Wajah Ekspor Bauksit dan CPO Nasional
Peningkatan kualitas operasional juga terlihat dari produktivitas bongkar muat (Ton/Ship/Day atau T/S/D). Cabang Bengkulu menorehkan hasil impresif pada curah kering sebesar 7.274 T/S/D, 63% lebih tinggi dari target RKAP.
Peningkatan kinerja ini ditopang oleh standarisasi, sistemisasi, dan integrasi layanan yang dibangun di atas enam pilar utama (proses, teknologi, peralatan, HSSE, infrastruktur, dan SDM) serta implementasi sistem cerdas PTOS-M yang meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Sorotan khusus diberikan kepada Terminal Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat, yang berkembang pesat sejak dikelola PTP Nonpetikemas pada 1 Agustus 2022. Terminal ini menjadi simpul logistik strategis yang vital dalam mendukung rantai pasok Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah dan ekspor produk turunan CPO.
Kinerja Terminal Kijing diproyeksikan menembus 4 juta ton pada akhir 2025. Hingga Oktober 2025, realisasi throughput telah mencapai 3,9 juta ton. Yang paling mencolok adalah dominasi curah kering yang melonjak dengan pertumbuhan luar biasa sebesar 342%.
Baca juga:
Strategi PTP Nonpetikemas Mitigasi Suap dan Amankan Bisnis Pelabuhan
Selain angka kinerja, PTP Nonpetikemas juga mempertahankan komitmennya pada aspek tata kelola dan keselamatan. Perusahaan berhasil mempertahankan predikat zero accident hingga Oktober 2025, yang membuktikan konsistensi penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh cabang.
Konsistensi penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) turut dipertahankan untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang profesional dan berintegritas.
Di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTP Nonpetikemas menjalankan program PTP EduPort: Magang Berkarya & Inovasi Bersama di Terminal Kijing serta memberikan bantuan pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi bagi pekerja harian. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya creating shared value (CSV) yang berkelanjutan.
Dengan kombinasi kinerja operasional yang solid, penerapan tata kelola yang baik, dan komitmen terhadap keselamatan kerja, PTP Nonpetikemas optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif hingga akhir 2025.
URL : https://jatimnow.com/baca-81048-transformasi-ugalugalan-laba-ptp-nonpetikemas-melonjak