Pixel Code jatimnow.com

SCWI Ajak Generasi Muda Bangun Fondasi Bangsa Bersih dan Berintegritas

Editor : Bramanta  
Foto: SCWI gelar diskusi publik dalam rangka memperingati hari anti korupsi. (Eko/jatimnow.com)
Foto: SCWI gelar diskusi publik dalam rangka memperingati hari anti korupsi. (Eko/jatimnow.com)

jatimnow.com-Peringati Hari Anti Korupsi, Surabaya Corruption Watch Indonesia (SCWI) menggelar FGD Diskusi Publik di Kedai Seruni, Surabaya. Acara ini di hadiri akademisi, anggota legislatif, pegiat seni-budaya, aktivis antikorupsi, dan perwakilan organisasi kepemudaan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

FGD yang mengusung tema “Korupsi Menghancurkan Masa Depan, Hentikan Pembiaran!” ini dihadiri dua pembicara kunci : Dr. Sri Setyadji, SH., M.Hum., Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, serta Chrisman Hadi, SH., MH., Ketua Dewan Kesenian Surabaya yang juga Ketua Dewan Pembina SCWI.

Dalam paparannya, Chrisman Hadi menekankan pentingnya membangun kejujuran kolektif sebagai roh kebudayaan bangsa. Menurutnya, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi kerusakan moral dan budaya.

"Jadi perlu sebuah kejujuran kolektif sebagai sebuah ruh bangsa untuk melihat bahwa gerakan anti korupsi ini harus di mulai sejak dini dari sejak anak- anak harus di ajari bagaimana di tempa bisa hidup bersama di kelola dengan lebih baik," ujarnya, Senin (9/12/2025).

Ketua SCWI Surabaya, Hari Ciptoyono, menegaskan bahwa kelompok muda, terutama Gen Z, memiliki peran strategis dalam memastikan masa depan Indonesia bebas korupsi.

“Generasi gen Z anak-anak muda harus ada rasa peduli pada pemerintahan yang bersih. Jangan sampai anak muda kurang peduli terhadap gejala sosial, saya harapkan pada moment hari Anti Korupsi kita harus betul- betul memberikan motivasi dan dorongan kepada generasi gen Z supaya memikirkan dinamika yang terjadi di masyarakat," tuturnya.

Baca juga:
Mobil Terjun ke Sungai di Mulyorejo, Tim Rescue Damkar Surabaya Lakukan Evakuasi

Sementara itu, akademisi UNTAG Surabaya, Dr. Sri Setyadji, menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia menyoroti bahwa korupsi merupakan ancaman serius terhadap masa depan demokrasi, sistem hukum, dan pembangunan bangsa.

"Pendidikan karakter, keteladanan pejabat publik, dan penguatan lembaga pengawasan adalah prasyarat mutlak untuk memutus rantai korupsi pemburu rente yang semakin kompleks," ungkapnya.

Ahmad Rico Fuady, Wakabid Sosial Politik GMNI Surabaya Raya, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi isu hukum, tetapi juga perjuangan ideologis dalam membangun bangsa yang berdaulat secara politik dan bermartabat secara sosial.

Baca juga:
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

“Korupsi adalah musuh utama rakyat. Gerakan antikorupsi harus melibatkan kekuatan pemuda sebagai garda moral bangsa. Kami melihat bahwa perjuangan melawan korupsi adalah bagian dari menjaga kedaulatan rakyat. Generasi muda harus berani bersikap, mengawasi, dan mengambil peran dalam menghadirkan tata kelola negara yang bebas korupsi,” pungkasnya.