Pixel Code jatimnow.com

Potensi Bencana Alam Trenggalek, Pemerintah Pasang EWS dan CCTV

Editor : Bramanta  
Foto: Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-BPBD Trenggalek memasang sejumlah Early Warning System (EWS) disejumlah wilayah rawan longsor dan banjir. Hal ini sebagai langkah mitigasi potensi bencana alam di musim hujan penghujung tahun 2025.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Trenggalek berpotensi mengalami cuaca hujan intensitas sedang hingga tinggi pada Desember 2025.

"Dari 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek semua berpotensi terjadi banjir, pohon tumbang, gelombang tinggi hingga tanah longsor," ujar Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi, Rabu (10/12/2025).

Sebagai langkah mitigasi bencana alam, BPBD Trenggalek telah berkolaborasi dengan lintas sektor. Seperti perampingan pohon yang membahayakan pengguna jalan, serta memasang EWS di lima titik untuk mengantisipasi bencana banjir dan longsor.

"EWS kami pasang di wilayah yang berpotensi terjadi tanah longsor. Selain itu kami bersama Kominfo juga memasang CCTV dilengkapi sirine untuk memantau peningkatan air sungai," terangnya.

BPBD Trenggalek juga telah membantuk kecamatan tangguh bencana. Tujuannya, agar setiap kecamatan dapat kolaborasi untuk melakukan mitigasi dan penanggulangan bencana alam.

Baca juga:
Ratusan CJH Trenggalek Belum Lolos Istitha'ah

"Bahkan beberapa desa juga dibentuk Destana atau Desa Tangguh Bencana," tuturnya.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelanggaraan Program Kurikulum Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), diharapkan setiap siswa dan guru memahami upaya mitigasi bencana alam.

"Setiap satu minggu sekali, kami turun ke sekolah untuk melaksanakan mitigasi bencana, untuk melatih siswa dan guru untuk kesiapsiagaan apabila terjadi bencana," paparnya.

Baca juga:
Tren Penyakit Gagal Ginjal Naik di Trenggalek, Pasien Termuda Usia 15 Tahun

Disisi lain, Kabupaten Trenggalek sudah memiliki tim reaksi cepat penanggulangan bencana dan forum pengurangan resiko bencana. Total ada 107 tim reaksi cepat penggulangan bencana di Trenggalek.

"Setiap desa sudah memiliki peta rawan bencana. Jadi jika terjadi bencana mereka bisa melakukan mitigasi dan pengurangan resiko bencana alam," pungkasnya.