Pixel Code jatimnow.com

Imigrasi Surabaya Luncurkan SINERGI, Pantau Orang Asing Lebih Cepat

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Dodi Gunawan Ciptadi menjelaskan bahwa platform SINERGI adalah sistem manajemen pengawasan orang asing terpadu yang bertujuan untuk mempercepat koordinasi antar instansi terkait. (Foto/jatimnow.com)
Dodi Gunawan Ciptadi menjelaskan bahwa platform SINERGI adalah sistem manajemen pengawasan orang asing terpadu yang bertujuan untuk mempercepat koordinasi antar instansi terkait. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terus berupaya meningkatkan pengawasan keimigrasian dengan meluncurkan inovasi terbaru, yaitu Platform SINERGI.

Platform ini dirancang khusus untuk memantau pergerakan orang asing di kawasan industri Mojokerto secara lebih modern, cepat, dan presisi.

Inovasi tersebut digagas oleh Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Dodi Gunawan Ciptadi. Menurutnya, Platform SINERGI adalah sistem manajemen pengawasan orang asing terpadu yang bertujuan untuk mempercepat koordinasi antar instansi terkait.

"Sasaran utama platform ini ada dua: meningkatkan kualitas pengawasan orang asing dan TKA di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP), serta memperkuat kolaborasi TIMPORA sebagai garda terdepan pengawasan keimigrasian di daerah," ujar Dodi, alumni Akademi Imigrasi angkatan ke-9.

Kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) di Mojokerto merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Timur. Dengan luas mencapai 600 hektare, NIP menampung 143 perusahaan dengan lebih dari 600 Tenaga Kerja Asing (TKA).

Besarnya aktivitas industri di kawasan ini menjadikannya sebagai magnet investasi, namun juga meningkatkan risiko terkait pengawasan orang asing.

Letaknya yang cukup jauh dari Kantor Imigrasi di Sidoarjo menjadi tantangan tersendiri. Respons lapangan seringkali terlambat dan pengawasan berkelanjutan menjadi sulit dilakukan.

Lebih lanjut, Dodi menjelaskan bahwa selama ini, pengawasan di kawasan NIP dihadapkan pada sejumlah tantangan klasik.

Baca juga:
Realisasi Nyaris 100%, Imigrasi Surabaya Tutup 2025 dengan Kinerja Solid

Di antaranya, pertukaran data antar instansi TIMPORA yang belum terintegrasi dengan baik, tingkat kepatuhan perusahaan dalam melaporkan keberadaan orang asing yang masih rendah, serta minimnya edukasi dan konsultasi yang diberikan kepada perusahaan terkait regulasi keimigrasian.

Selain itu, koordinasi agenda pengawasan masih dilakukan secara manual, monitoring pasca-operasi kurang optimal, dan pelaporan kasus seringkali tidak transparan

"Akumulasi masalah ini dapat menjadi ancaman keamanan, mengganggu ketertiban masyarakat, dan menurunkan potensi penerimaan negara," tegas Dodi.

Platform SINERGI hadir sebagai jawaban atas berbagai keterbatasan sistem pengawasan konvensional. Sistem ini mengintegrasikan data, strategi, dan tindakan operasional lintas instansi dalam satu platform.

Baca juga:
Imigrasi Jatim Ubah Pintu Masuk, All Indonesia Percepat Investasi Daerah

Dengan demikian, pengawasan dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan terkoordinasi.

"Platform SINERGI memastikan setiap pergerakan, keberadaan, hingga aktivitas orang asing dapat dipantau secara transparan, terukur, dan bertanggung jawab," jelas Dodi.

Dengan inovasi ini, Imigrasi Surabaya menunjukkan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban negara, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.