Pixel Code jatimnow.com

Bukan Gedung Baru, Begini Strategi RS Kemenkes Surabaya Tingkatkan Mutu Layanan

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
RS Kemenkes Surabaya. (Foto/JMM)
RS Kemenkes Surabaya. (Foto/JMM)

jatimnow.com - Di tengah pesatnya perubahan lanskap kesehatan nasional, RS Kemenkes Surabaya muncul sebagai salah satu rumah sakit yang berani mengambil langkah berbeda.

Alih-alih sekadar menambah fasilitas fisik atau memperluas gedung, rumah sakit ini memilih fokus pada hal yang lebih fundamental, yakni kompetensi sumber daya manusia dan teknologi medis presisi.

Pendekatan tersebut menciptakan karakter unik bagi RS Kemenkes Surabaya, terutama saat rumah sakit di berbagai daerah sedang berupaya mengejar standar transformasi kesehatan.

Di saat banyak rumah sakit sibuk membenahi sisi manajerial, RS Kemenkes Surabaya melompat lebih jauh dengan membangun sistem layanan berbasis kompetensi yang berorientasi pada keselamatan dan efektivitas.

Plh Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana L. Siahaan, menilai bahwa tantangan utama rumah sakit masa kini bukan lagi soal “punya alat apa”, namun “siapa yang mengoperasikannya” dan “bagaimana layanan itu dikelola”.

“Rumah sakit sekarang harus berpikir ulang tentang prioritas. Kompetensi SDM dan pengelolaan data adalah kunci agar layanan benar-benar aman dan efektif,” ujar dr. Martha.

Pernyataan itu menggambarkan arah transformasi rumah sakit: teknologi harus berjalan seiring dengan kemampuan tenaga kesehatan. Tidak mengherankan jika digitalisasi proses pelayanan menjadi salah satu pilar penting di RS Kemenkes Surabaya.

Konsep rumah sakit berbasis kompetensi, menurut Ratih Dwi Lestari, S.Kep., MARS, bukan sekadar pelatihan atau peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, tetapi menyangkut pola pikir baru di seluruh lini layanan.

“SDM kompeten berarti setiap tindakan memprioritaskan keselamatan pasien. Itu standar yang tidak bisa dinegosiasikan,” jelas Ratih.

Dengan pendekatan ini, kualitas layanan tidak lagi bergantung pada individu, melainkan menjadi kultur organisasi.

Salah satu pembeda utama RS Kemenkes Surabaya adalah keberanian berinvestasi pada teknologi diagnostik dan terapi yang biasanya hanya ditemukan di pusat kanker berskala nasional.

Langkah ini semakin memperkuat perannya sebagai Super Hub Rujukan Indonesia Timur, terutama bagi pasien dari daerah yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan tertentu.

PET Scan Pertama di Jawa Timur

Hadirnya PET Scan menjadi tonggak penting bagi dunia kesehatan Jawa Timur. Alat ini biasa digunakan dalam diagnosis kanker, evaluasi terapi, hingga pemetaan fungsi organ secara detail—teknologi yang belum dimiliki rumah sakit lain di provinsi ini.

Baca juga:
RS Kemenkes Surabaya Siapkan Layanan Stroke Terintegrasi 24 Jam

Menurut dr. Tri Pera Sucianti, PET Scan memungkinkan dokter melihat aktivitas metabolik sel secara langsung.

“Teknologi ini membantu penegakan diagnosis dengan presisi lebih tinggi. Bagi pasien, ini berarti keputusan terapi yang lebih cepat dan akurat,” terang dr. Tri Pera.

Keberadaan PET Scan mengurangi kebutuhan pasien untuk dirujuk ke luar daerah, sehingga proses deteksi kanker bisa dilakukan lebih cepat.

Radioterapi Terintegrasi untuk Pasien Kanker

Selain PET Scan, fasilitas Radioterapi yang dihadirkan RS Kemenkes Surabaya mempertegas komitmen rumah sakit terhadap layanan onkologi yang komprehensif.

dr. Donald, Sp.OnkRad, menyebutkan bahwa teknologi ini didesain untuk mempercepat akses terapi radiasi, terutama bagi pasien dari Indonesia Timur yang selama ini menghadapi antrean panjang.

“Kami ingin pasien mendapatkan terapi tepat waktu. Dengan sistem yang terintegrasi, prosesnya lebih singkat dan terukur,” jelas dr. Donald.

Baca juga:
Teknologi Nuklir Kini Tersedia di RS Kemenkes Surabaya, Akses Kanker Lebih Cepat

Kombinasi PET Scan dan Radioterapi membuat perjalanan pasien kanker dari diagnosis hingga pengobatan bisa dilakukan dalam satu atap, sebuah lompatan besar bagi layanan kesehatan di wilayah timur Indonesia.

Selain teknologi unggulan tersebut, RS Kemenkes Surabaya juga terus memperkuat layanan di bidang jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU).

Dengan pengembangan kompetensi terstandar dan integrasi sistem digital, rumah sakit ini membangun model layanan yang efisien sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pasien.

Ketua ARSADA Jawa Timur, dr. Atok Irawan, Sp.P, menilai bahwa perubahan yang dilakukan RS Kemenkes Surabaya dapat menjadi contoh bagi RSUD di berbagai daerah.

“Mutu layanan dan kompetensi tenaga medis harus berjalan beriringan. Itu yang membuat rumah sakit mampu menjawab ekspektasi masyarakat,” ujarnya.

Transformasi berbasis kompetensi yang dilakukan RS Kemenkes Surabaya menunjukkan bahwa perubahan besar dalam dunia kesehatan tidak selalu harus datang dari pembangunan fisik.

Terkadang, perubahan yang paling berpengaruh justru lahir dari cara rumah sakit memperlakukan manusia, baik yang memberi maupun menerima layanan, serta bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk memperkuat keduanya.