Pixel Code jatimnow.com

2 Waduk Meluap, Ratusan Hektar Sawah di Lamongan Terendam Banjir

Editor : Bramanta   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Foto: Sejumlah petugas saat melakukan assesmen lapangan di lokasi banjir akibat luapan Waduk Prijetan Kedungpring, Lamongan. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Foto: Sejumlah petugas saat melakukan assesmen lapangan di lokasi banjir akibat luapan Waduk Prijetan Kedungpring, Lamongan. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com-Curah hujan tinggi di Kabupaten Lamongan dalam 3 hari terakhir membuat sejumlah waduk meluap dan mengakibatkan banjir.

Seperti yang tampak di wilayah Lamongan selatan, pada Senin (8/12/2025) hujan lebat membuat Waduk Prijetan meluap dan merendam ratusan hektar area persawahan di Kecamatan Kedungpring dan Modo.

Hal yang sama juga terjadi di Waduk Rancang, Desa Rancangkencono, Kecamatan/Kabupaten Lamogan, pada Rabu (10/12/2025) debit air hujan meluap hingga menggenangi lahan pertanian warga setempat.

Kepala BPBD Lamongan, Naim mebeberkan bahwa upaya penanganan sudah dilakukan termasuk pengiriman bantuan logistik ke titik lokasi banjir.

"Dari dua titik lokasi banjir, area Waduk Prijetan dan Waduj Rancang merendam persawahan dan sebagian akses jalan. Rumah dan pemukiman masih relatif aman," ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Laporan terakhir, sebanyak 275 hektar lahan pertanian terdampak, dengan tanaman padi berusia 2-3 minggu terendam air di Kecamatan Kedungpring dan Modo.

Baca juga:
Siaga Banjir, Gubernur Khofifah Kunjungi Warga Terdampak di Lamongan

"Sementara di Desa Rancangkencono, Kecamatan/Kabupaten Lamongan banjir menerjang kurang lebih 70 hektar diusia 10 hari setelah tanam (HTM), milik sawah warga setempat," tuturnya.

Terpisah, Camat Modo Anang Budi Santoso berharap agar air bisa segera surut dan lahan dapat segera direhabilitasi kembali.

"Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan," imbuhnya.

Baca juga:
Ruas Jalan Plembon - Made Lamongan Diresmikan Bupati Yuhronur Efendi

Upaya terus dilakukan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan melakukan kajian cepat.

BPBD Lamongan mengirimkan logistik berupa terpal, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, dan glangsing. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan menyediakan bongkotan dan gedek guling untuk membantu penanganan banjir.