Pixel Code jatimnow.com

Revolusi Kopi Garut, Sentuhan Desa Sejahtera Astra Ubah Nasib 4.000 Warga

Editor : Ali Masduki   Reporter : Advertorial
Para petani Desa Sejahtera Astra Cikajang merawat bibit kopi di kebun, langkah awal untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi arabika Garut. (Foto: Astra/jatimnow.com)
Para petani Desa Sejahtera Astra Cikajang merawat bibit kopi di kebun, langkah awal untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi arabika Garut. (Foto: Astra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aroma kopi di perbukitan Cikajang, Garut, kini membawa angin segar bagi ribuan petani lokal. Bukan sekadar soal panen yang melimpah, taraf hidup mereka berubah drastis setelah produk kopi Garut berhasil menembus pasar internasional lewat pendampingan program Desa Sejahtera Astra.

Dampak ekonomi dari program ini terasa nyata di dompet para petani. Jika sebelumnya pendapatan rata-rata keluarga petani hanya berkisar Rp1,3 juta per bulan, kini angka tersebut melonjak ke kisaran Rp3,7 juta. Bahkan, sebagian keluarga petani kini mampu mengantongi lebih dari Rp4,5 juta setiap bulannya.

Kenaikan pendapatan ini bukan kebetulan semata. Kopi Arabika Garut hasil olahan petani Cikajang kini tidak hanya dinikmati warga lokal, tetapi telah melanglang buana. Ekspor kopi ini telah merambah pasar Eropa, Dubai, Mesir, Singapura, hingga pengiriman terbaru yang sukses menembus pasar Thailand.

Transformasi besar ini tidak lepas dari tangan dingin Bernard Suryanto Langoday. Sebagai Tokoh Penggerak Desa Sejahtera Astra Cikajang, Bernard memainkan peran kunci dalam mengubah pola pikir petani tradisional menjadi wirausahawan modern atau coffee sociopreneur.

Bernard bergerak dari hulu ke hilir. Ia tidak bekerja sendirian, melainkan merangkul lebih dari 4.000 warga desa. Fokusnya jelas, yakni menerapkan standar kualitas tinggi, mengenalkan teknik budidaya modern, serta mengajarkan pentingnya nilai tambah dalam pemasaran.

Kegiatan pelatihan teknik penyeduhan kopi yang baik membantu petani Desa Sejahtera Astra Cikajang memahami standar kualitas dan cita rasa kopi arabika yang siap dipasarkan. (Foto: Astra/jatimnow.com)Kegiatan pelatihan teknik penyeduhan kopi yang baik membantu petani Desa Sejahtera Astra Cikajang memahami standar kualitas dan cita rasa kopi arabika yang siap dipasarkan. (Foto: Astra/jatimnow.com)

Baca juga:
Bos Astra Djony Bunarto Ungkap Fokus Pemulihan Korban Banjir di 3 Provinsi

Berkat pendampingan intensif ini, para petani kini memiliki kepercayaan diri tinggi. Mereka tidak lagi hanya menjual biji mentah dengan harga murah, tetapi memahami cara mengelola usaha hingga memiliki koperasi mandiri yang memperkuat posisi tawar mereka di pasar.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan bahwa keberhasilan di Garut adalah bukti nyata komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian masyarakat pedesaan. Bagi Astra, desa bisa berdaya jika warganya diberi akses dan kesempatan.

"Astra percaya kemandirian desa tumbuh saat masyarakat punya kapasitas dan akses untuk berkembang. Penguatan ekosistem kopi Garut ini adalah wujud dukungan kami agar potensi lokal bisa memberi manfaat berkelanjutan," ujar Djony.

Baca juga:
Astra Salurkan 35 Ambulans untuk Percepat Akses Medis di Daerah

Semangat ini sejalan dengan cita-cita besar Astra untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Lewat program ini, jejak ketidakpastian yang dulu menghantui petani Cikajang kini berganti menjadi harapan baru, membuktikan bahwa kopi desa bisa menjadi kebanggaan bangsa di mata dunia.

Kisah inspiratif perjuangan Bernard dan para petani Garut dalam mengubah wajah desa mereka dapat disaksikan selengkapnya melalui kanal YouTube SATU Indonesia