jatimnow.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri memproyeksikan kondisi perekonomian Jawa Timur, termasuk Kota dan Kabupaten Kediri, akan menunjukkan performa yang lebih baik pada tahun 2026 dibandingkan tahun 2025.
Optimisme tersebut didasarkan pada tren perbaikan ekonomi antarkuartal sepanjang tahun ini serta mulai bergulirnya berbagai proyek investasi dan program pemerintah.
Kepala Kantor Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat, menyampaikan hal itu usai acara Ngopi Nda di Hall lantai 5 Kantor Perwakilan BI Kediri, Senin (15/12/2025). Menurutnya, kinerja ekonomi Jawa Timur telah menunjukkan arah yang positif sejak Triwulan I hingga Triwulan III 2025.
"Untuk Jawa Timur, saya melihat ke depan lebih optimistis dibandingkan tahun 2025. Dari perkembangan terakhir, kondisinya membaik dari triwulan ke triwulan. Harapannya, tren ini berlanjut ke tahun 2026," ungkap Yayat.
Ia menyebutkan sejumlah proyek investasi di Jawa Timur telah siap beroperasi dan diyakini akan memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, program-program nasional dan provinsi juga mulai memberikan dampak, antara lain Program Membangun Desa (MBG), Kopdes Merah Putih, serta program korporatisasi petani.
Untuk wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, Yayat menekankan pentingnya perbaikan dari sisi pengelolaan anggaran, baik dalam hal pendapatan maupun belanja. "Ke depan tentu harapannya Kediri bisa lebih baik. Kita belajar dari pengalaman tahun ini, terutama bagaimana memperbaiki alokasi belanja dan pendapatan daerah," katanya.
Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu dilakukan secara bertahap melalui optimalisasi retribusi dan sumber penerimaan lainnya. "Pada akhirnya kalau tidak ada anggaran, ruang gerak juga terbatas. Jadi PAD-nya perlu pelan-pelan diperbaiki, dan belanjanya diarahkan ke program yang benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Baca juga:
Kinerja Ekonomi Daerah Menguat, BI Kediri Sampaikan Arah Kebijakan 2026
Yayat juga melihat digitalisasi transaksi pemerintah daerah sebagai peluang besar untuk meningkatkan kemandirian fiskal.
"Dengan elektronifikasi transaksi, pembayaran jadi lebih mudah, kebocoran bisa ditekan, semuanya tercatat dengan baik, dan perencanaan ke depan juga lebih akurat," ujarnya, menambahkan bahwa secara nasional masih sedikit daerah yang mandiri secara fiskal.
Dari sisi pengendalian inflasi, Yayat menilai kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kediri sepanjang 2025 cukup memuaskan. Inflasi tercatat relatif stabil, ditopang oleh pasokan yang memadai dan hasil panen yang baik dari wilayah sekitar Kediri yang merupakan daerah produsen.
Baca juga:
Upaya BI Kediri Dorong Pengendalian Inflasi Pangan dari Sisi Hulu
"Inflasi relatif terkendali karena pasokan cukup bagus. Tekanan inflasi bisa ditekan karena kita berada di daerah yang memproduksi," terangnya.
Pemerintah daerah juga dinilai aktif melakukan upaya stabilisasi harga, seperti operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM). "Ke depan, upaya-upaya yang sudah berjalan baik ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan, terutama dari sisi pasokan," tambahnya.
Mengenai potensi peningkatan permintaan akibat program MBG, Yayat menegaskan hal tersebut tidak otomatis memicu inflasi. "Memang ada demand baru, tapi kuncinya ada di pasokan. Selama pasokan aman dan terjaga, inflasi bisa dikendalikan," tandasnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-81170-bi-kediri-optimis-ekonomi-jawa-timur-lebih-baik-di-tahun-2026