Pixel Code jatimnow.com

Menuju World Class University, ITS Dorong Karier Global di CDP Mini Fair 2025

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Pembukaan CDP Mini Fair 2025 bertema “Buka Jalanmu: Karier Tanpa Batas” yang digelar pada 13–14 Desember 2025 di Atrium Jawa Pos Arena Surabaya. (Foto: ITS/jatimnow.com)
Pembukaan CDP Mini Fair 2025 bertema “Buka Jalanmu: Karier Tanpa Batas” yang digelar pada 13–14 Desember 2025 di Atrium Jawa Pos Arena Surabaya. (Foto: ITS/jatimnow.com)

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kian memantapkan langkah menuju World Class University (WCU) dengan memperkuat reputasi lulusan dan jejaring industri global.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Career Development Program (CDP) Mini Fair 2025 bertema “Buka Jalanmu: Karier Tanpa Batas” yang digelar pada 13–14 Desember 2025 di Atrium Jawa Pos Arena Surabaya.

Kegiatan ini menjadi panggung strategis bagi ITS untuk mempertemukan tiga elemen utama ekosistem karier, yakni alumni peserta CDP, dunia industri, dan calon investor.

Melalui kolaborasi ini, ITS menargetkan peningkatan Employer Reputation dan Employment Outcomes, dua indikator krusial dalam pemeringkatan universitas kelas dunia.

CDP Mini Fair 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I ITS Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Nurul Widiastuti, bersama Koordinator Tim Learning Experience & Employability WCU ITS, Dr. Ir. Arief Abdurrakhman, dengan sambutan dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

Dalam sambutannya, Emil Dardak menegaskan pentingnya pergeseran paradigma generasi muda dalam merancang masa depan karier.

“Yang menentukan jalur karier adalah diri kita sendiri. Jangan membatasi diri. Saatnya bergeser dari sekadar gelar menuju kompetensi,” ujarnya.

Beragam agenda strategis dihadirkan dalam CDP Mini Fair 2025, mulai dari 63 Project Showcase alumni, Career Exploration Zone, Demo Day – Boss Move Edition, Awarding Session, hingga sesi talkshow lintas sektor.

Sejumlah tokoh dari pemerintahan, BUMN, industri kreatif, hingga wirausaha turut berbagi pengalaman, di antaranya Koko Susanto (PT Pelayaran Nasional Indonesia), Roy Robyanto (PT Pelabuhan Indonesia), dan Sherlita Ratna Dewi Agustin (Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur).

Melalui forum ini, ITS juga menegaskan peran alumni sebagai katalisator reputasi kampus di mata industri. Interaksi langsung antara alumni, investor, dan perusahaan dinilai mampu memperluas peluang kolaborasi, rekrutmen, hingga komersialisasi inovasi.

Baca juga:
Atasi Defisit BPJS, Mahasiswa ITS Integrasikan Gym ke Mobile JKN

Di sisi lain, ITS menargetkan capaian ambisius dalam pengembangan kewirausahaan. Sebanyak 10 persen lulusan baru ITS ditargetkan menjadi wirausahawan mandiri, sebagai bagian dari strategi akselerasi menuju World Class University.

“Kami mencoba menggeser capaian wirausaha hingga 10 persen dari total lulusan ITS. Ini adalah upaya kami agar mahasiswa tidak hanya menunggu pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja sejak lulus,” kata Prof. Nurul Widiastuti.

Menurutnya, kualitas lulusan unggul diukur dari tiga aspek utama, yakni profesional di dunia kerja, melanjutkan studi, dan berwirausaha.

Untuk itu, ITS membekali mahasiswa sejak tahun pertama perkuliahan, tidak hanya melalui penguatan kompetensi akademik, tetapi juga soft skill, kepemimpinan, dan jejaring industri.

“Kami siapkan lulusan mulai dari kompetensi bidangnya, karakter, leadership, hingga networking dengan mitra industri dan investor,” jelas Prof. Nurul.

Baca juga:
Cukup Rekam Batuk, Alat Buatan ITS Ini Bisa Skrining Gejala TBC

Ekosistem kewirausahaan ITS diperkuat oleh kolaborasi dengan lebih dari 80 mitra perusahaan, serta dukungan organisasi seperti HIPMI, APINDO, Kadin, dan Himpunan Pengusaha Alumni ITS.

Alumni yang telah sukses berwirausaha turut berperan sebagai mentor dan penghubung mahasiswa ke ekosistem bisnis nasional.

Melalui CDP Mini Fair 2025, ITS menegaskan transformasinya dari kampus akademik konvensional menjadi ekosistem pengembangan talenta global.

Lulusan ITS diharapkan mampu berkiprah sebagai profesional, inovator, maupun wirausahawan yang berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan teknologi nasional.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Subdirektorat Pengembangan Kewirausahaan dan Karier (PK2), Direktorat Kemahasiswaan ITS, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan mencetak SDM unggul berdaya saing global.