Pixel Code jatimnow.com

Siswa Lamongan Nekat Terjang Banjir untuk Sekolah

Editor : Bramanta   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Foto: Para pelajar asal Desa Tejoasri, Kalitengah, Lamongan saat melewati genangan air banjir luapan bengawan jero. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Foto: Para pelajar asal Desa Tejoasri, Kalitengah, Lamongan saat melewati genangan air banjir luapan bengawan jero. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com-Banjir di Lamongan akibat luapan Sungai Bengawan Jero tak melunturkan semangat para pelajar untuk menuntut ilmu. Ratusan siswa di wilayah tersebut terpaksa harus menerjang air banjir untuk bersekolah. Situasi itu memaksa pelajar bersekolah dengan kondisi yang jauh dari kata layak.

Seperti yang dialami pelajar di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Mereka dituntut berhati-hati menjaga tas dan seragam dari air banjir. Sambil menyingsikan celana dan memakai sandal mereka berjalan menembus air sambil menjaga keseimbangan karena jalan licin. Para pelajar ini juga harus berjalan lantaran kendaraan motor tak mampu menembus banjir karena terancam mogok.

Salah satu siswa MTS Khozainul Ulum, Sela Selvina bercerita bahwa ia bersama teman-temanya harus berjalan kurang lebih sejauh 1 kilometer menuju sekolah.

"Biasanya bawa motor tapi karena takut mogok terpaksa jalan, untungnya dari sekolah diperbolehlan bawa sandal," ungkap Sela, Rabu (17/12/2025).

Baca juga:
Siaga Banjir, Gubernur Khofifah Kunjungi Warga Terdampak di Lamongan

Sementara itu, warga Desa Bojoasri, Asrori mengungkapkan bahwa banjir sudah terjadi 5 kali selama 2025 karena meluapnya sungai Bengawan Jero.

"Banjir merendang jalan poros, pemukiman, sebagian rumah warga dalam sepekan terakhir, semoga segera surut dan mendapat penanganan dari pemerintah," katanya.

Baca juga:
Ruas Jalan Plembon - Made Lamongan Diresmikan Bupati Yuhronur Efendi

Sedangkan Kepala BPBD Lamongan, Naim saat dihubungi via layanan berbalas pesan belum memberikan jawaban terkait kondisi ini.