Pixel Code jatimnow.com

Foto: Menjaga Nafas Para Santri, Cek Kesehatan Gratis di Pondok Pesantren

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Seorang santri Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kamis (18/12/2025). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Seorang santri Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kamis (18/12/2025). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Suasana Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, Kamis pagi (18/12/2025), terasa berbeda dari biasanya. Jika sehari-hari ruangan itu dipenuhi lantunan ayat suci dan diskusi kitab, hari itu derap langkah para santri terdengar lebih pelan, tertib mengantre untuk sebuah kepentingan yang tak kalah penting: memastikan tubuh mereka tetap sehat.

Dengan mengenakan sarung dan peci, para santri satu per satu menjalani pemeriksaan kesehatan. Senyum canggung sesekali muncul saat petugas medis memeriksa tekanan darah atau mendengarkan napas mereka. Di balik pemeriksaan sederhana itu, tersimpan upaya besar pemerintah dalam menjaga masa depan jutaan anak bangsa.

Sejumlah santri Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, mengisi data dan menunggu giliran pemeriksaan dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan akses layanan kesehatan yang merata bagi santri serta mendukung pencegahan penyakit menular di lingkungan pesantren. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Sejumlah santri Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, mengisi data dan menunggu giliran pemeriksaan dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan akses layanan kesehatan yang merata bagi santri serta mendukung pencegahan penyakit menular di lingkungan pesantren. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Kantor Staf Presiden (KSP) terus mengawal dan mendorong percepatan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta penuntasan Tuberkulosis (TB) sebagai bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Hingga pertengahan Desember 2025, capaian nasional telah menyentuh 65 persen dari target 100 juta orang. Namun, sisa 35 persen menjadi tantangan tersendiri seiring mendekatnya akhir tahun.

Untuk menutup celah tersebut, pemerintah menyasar komunitas besar dengan mobilitas tinggi dan interaksi yang intens, salah satunya pondok pesantren. Deputi III KSP yang dipimpin oleh Tenaga Ahli Utama KSP, Dr. Zahera Mega Utama, SE, MM, didampingi dr. Adele Hutapea, M.Kes, serta Muhajir, S.Kep., Ners, MMR, meninjau langsung pelaksanaan CKG di pesantren tersebut.

“Komunitas seperti pondok pesantren, lapas, dan perkantoran memiliki interaksi yang sangat padat. Di tempat-tempat seperti inilah percepatan bisa dilakukan,” ujar Zahera Mega Utama di sela kunjungan.

Jajaran Kantor Staf Presiden bersama pengelola pondok pesantren memantau langsung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, Kamis (18/12/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan layanan pemeriksaan kesehatan bagi santri berjalan optimal sebagai bagian dari upaya pemerataan akses kesehatan dan pencegahan penyakit menular di lingkungan pesantren.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Jajaran Kantor Staf Presiden bersama pengelola pondok pesantren memantau langsung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, Kamis (18/12/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan layanan pemeriksaan kesehatan bagi santri berjalan optimal sebagai bagian dari upaya pemerataan akses kesehatan dan pencegahan penyakit menular di lingkungan pesantren.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Menurut perempuan yang akrab disapa Mega itu, pesantren menjadi titik fokus karena jumlah santri yang mencapai lebih dari 4 juta orang di seluruh Indonesia. Kehidupan berasrama selama 24 jam membuat risiko penularan penyakit, terutama penyakit menular seperti TB, menjadi lebih tinggi jika tidak dideteksi sejak dini.

Selain pemeriksaan kesehatan umum, para santri juga menjalani skrining TB. Penyakit paru tersebut kerap menyebar tanpa gejala awal yang jelas, terutama di lingkungan asrama yang tertutup dan padat.

“Jangan sampai satu anak terdeteksi TB lalu menularkan ke seluruh lingkungan. Kita ingin mengantisipasi sejak awal. Jika ada yang sakit, segera diobati demi melindungi anak-anak yang lain,” tutur Mega.

Seorang santri Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, menunjukkan wadah sampel pemeriksaan sebagai bagian dari Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kamis (18/12/2025). Pemeriksaan ini mendukung deteksi dini penyakit, termasuk Tuberkulosis (TB), guna menjaga kesehatan santri di lingkungan pesantren yang beraktivitas secara komunal.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Seorang santri Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, menunjukkan wadah sampel pemeriksaan sebagai bagian dari Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kamis (18/12/2025). Pemeriksaan ini mendukung deteksi dini penyakit, termasuk Tuberkulosis (TB), guna menjaga kesehatan santri di lingkungan pesantren yang beraktivitas secara komunal.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Data menunjukkan sekitar 7,5 persen pelajar di Indonesia merupakan santri. Namun, tidak sedikit pondok pesantren yang belum terintegrasi secara optimal dengan layanan Puskesmas setempat. Akibatnya, akses layanan kesehatan di pesantren kerap terpinggirkan.

Baca juga:
Strategi Dinkes Kabupaten Kediri Genjot Cakupan Cek Kesehatan Gratis

Tenaga Ahli KSP, dr. Adele Hutapea, menegaskan pentingnya keadilan layanan kesehatan bagi seluruh anak Indonesia. Di Jawa Timur saja, sekitar 4 persen anak usia pelajar berada di pondok pesantren.

“Latar belakang pendidikan tidak boleh menjadi penghalang akses kesehatan. Anak-anak di pesantren harus mendapat pelayanan dan fasilitas yang sama dengan mereka yang bersekolah di sekolah umum,” ujarnya.

Seorang santriwati menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas layanan kesehatan serta melakukan deteksi dini penyakit pada anak dan remaja di lingkungan pesantren.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Seorang santriwati menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas layanan kesehatan serta melakukan deteksi dini penyakit pada anak dan remaja di lingkungan pesantren.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Bagi pengasuh Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, KH Muhammad Sunan Hamli, kehadiran pemerintah menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti. Ia meyakini kesehatan fisik adalah fondasi utama agar santri dapat belajar dan menghafal Al-Qur’an dengan optimal.

“Satu saja yang sakit, flu pun bisa cepat menular, apalagi penyakit lain. Kami bersyukur pesantren ini dijadikan percontohan. Ini ikhtiar nyata, karena doa saja tanpa usaha maksimal tidak akan cukup,” ungkapnya.

Ke depan, KSP berencana memperluas jangkauan kunjungan dan pemeriksaan ke berbagai kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Barat pada 2026, mengingat kedua provinsi tersebut merupakan basis populasi santri terbesar di Indonesia.

Baca juga:
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 74 Ribu Warga Trenggalek Kurang Aktivitas Fisik

Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat jumlah pelajar usia SD hingga SMA/SMK mencapai 53,14 juta jiwa, sementara Kementerian Agama mencatat sekitar 4 juta di antaranya merupakan santri, angka yang terus bertambah setiap tahun.

Seorang santriwati Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kamis (18/12/2025). Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi umum sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit dan peningkatan layanan kesehatan bagi santri di lingkungan pesantren.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Seorang santriwati Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gresik, menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kamis (18/12/2025). Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi umum sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit dan peningkatan layanan kesehatan bagi santri di lingkungan pesantren.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tidak boleh ada satu anak pun yang tertinggal dalam pembangunan kesehatan. Pesantren, sebagai rumah kedua bagi jutaan santri, menjadi ruang penting untuk memastikan layanan kesehatan, edukasi, dan promosi hidup sehat benar-benar hadir.

Di balik dinding pesantren yang sederhana, upaya ini menjadi penjaga nafas para santri agar mereka tetap sehat, tumbuh kuat, dan siap melanjutkan pengabdian bagi bangsa dan agama.

Jajaran Kantor Staf Presiden bersama pengelola Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin berfoto bersama di kompleks pesantren, Gresik, Jawa Timur, Kamis (18/12/2025). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka peninjauan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan dan pencegahan penyakit menular di lingkungan pesantren.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Jajaran Kantor Staf Presiden bersama pengelola Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin berfoto bersama di kompleks pesantren, Gresik, Jawa Timur, Kamis (18/12/2025). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka peninjauan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan dan pencegahan penyakit menular di lingkungan pesantren.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)