Pixel Code jatimnow.com

Ngeri! BNN Ungkap Jalan Kunti Surabaya Mirip Film Kartel Pablo Escobar

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Kawasan Jalan Kunti menjadi sorotan tajam karena kuatnya solidaritas negatif masyarakat dalam melindungi peredaran narkoba. (Foto: Ilustrasi/Gemini Generated Image)
Kawasan Jalan Kunti menjadi sorotan tajam karena kuatnya solidaritas negatif masyarakat dalam melindungi peredaran narkoba. (Foto: Ilustrasi/Gemini Generated Image)

jatimnow.com - Peredaran gelap narkoba di Kota Surabaya telah mencapai level yang mengkhawatirkan dengan menyasar anak-anak usia sekolah menengah pertama (SMP).

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mengungkapkan potret kelam peredaran barang haram ini yang kini berlindung di balik resistensi masyarakat dan gaya hidup remaja.

Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol. Budi Mulyanto, membeberkan realitas di lapangan yang ia sebut sudah menyerupai adegan dalam serial film kartel narkoba di Netflix.

Ancaman ini bukan lagi sekadar angka statistik, melainkan bahaya nyata yang sudah menyusup ke lingkungan pendidikan dan pemukiman padat penduduk di Kota Pahlawan.

"Kita bicara riil. Kondisi di daerah seperti Jalan Kunti sudah layaknya film Pablo Escobar," ungkap Budi saat ketika rilis akhir tahun 2025 di kantor BNNP Jawa Timur, Jumat (19/12/2025).

Kawasan Jalan Kunti Surabaya menjadi sorotan tajam karena kuatnya solidaritas negatif masyarakat dalam melindungi peredaran narkoba.

Budi menceritakan bagaimana petugas seringkali kesulitan masuk ke wilayah tersebut karena warga bertindak sebagai informan bagi para pengedar.

Mulai dari penjual gorengan hingga pemilik warung di sekitar lokasi bakal saling memberikan kode jika melihat kehadiran orang asing atau petugas.

"Begitu petugas mau masuk, mereka sudah saling menginformasikan melalui analisis komunikasi yang kami pantau," tutur Budi.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa membeli narkotika di wilayah Kunti terasa sangat mudah karena adanya dukungan terselubung dari lingkungan sekitar.

Baca juga:
Polres Lamongan Tangkap 539 Pelaku Kejahatan dan Narkoba Sepanjang 2025

Banyak masyarakat terjebak salah pemahaman dengan menganggap penjualan narkoba sebagai solusi ekonomi, tanpa menyadari dampak destruktifnya bagi masa depan keluarga mereka sendiri.

Kondisi yang jauh lebih memprihatinkan ditemukan di salah satu sekolah menengah pertama di Surabaya. BNNP Jatim menemukan fakta bahwa belasan siswa SMP secara sukarela mengaku sebagai pengguna aktif narkotika berbagai jenis.

Dari total 50 anak yang diperiksa, 15 di antaranya terdeteksi aktif menggunakan narkoba. Temuan ini menjadi tamparan keras mengingat anak-anak tersebut merupakan kandidat generasi Indonesia Emas 2045.

"Mereka datang sendiri menyampaikan kondisinya. Luar biasa prihatin, anak SMP sudah seperti itu," kata Budi.

BNNP Jatim menegaskan bahwa tingginya angka pengungkapan kasus di suatu daerah bukan berarti narkoba bertambah banyak, melainkan bukti keaktifan petugas dalam mencari jaringan yang ada.

Baca juga:
Dua Pengedar Sabu di Gresik Diringkus, Barang Bukti 3,9 Gram Disita

Menanggapi pertanyaan mengenai status Surabaya sebagai wilayah darurat narkoba, Budi lebih memilih istilah "Bahaya Narkoba".

Baginya, penetapan status darurat hanyalah masalah tren administrasi dan parameter tertentu, namun ancaman di lapangan jauh lebih mendesak.

Menurutnya, Surabaya kini menghadapi ancaman nyata yang bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Pola peredaran yang bersembunyi di balik aktivitas warga dan menargetkan anak di bawah umur menjadi sinyal merah bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Ini bukan lagi ancaman laten, tapi ancaman nyata. Siapa pun bisa terkena jika kita diam dan membiarkan peredaran ini terus menggurita," pungkas Budi.