Pixel Code jatimnow.com

Misi Kemanusiaan PGN, Tembus Desa Terisolasi dan Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto pimpin langsung penyaluran bantuan banjir Rp2,5 Miliar untuk korban bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. (Foto: PGN/jatimnow.com)
Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto pimpin langsung penyaluran bantuan banjir Rp2,5 Miliar untuk korban bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. (Foto: PGN/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bergerak cepat merespons musibah banjir yang melumpuhkan sebagian wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk meringankan beban ribuan warga yang terdampak bencana.

Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, turun langsung meninjau titik bencana di Lhokseumawe, Aceh, pada Senin (15/12/2025).

Mengenakan perlengkapan lapangan, Arief memimpin penyerahan bantuan logistik sekaligus memastikan dukungan moril tersampaikan kepada masyarakat yang tengah berjuang di tengah kepungan air.

"Kami sangat prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Bagian Utara. PGN berupaya optimal agar penyaluran bantuan ini tepat sasaran dan langsung diterima oleh mereka yang paling membutuhkan," ujar Arief saat menyerahkan sembako secara simbolis kepada warga.

Misi kemanusiaan ini tidaklah mudah. Tim relawan internal PGN berhasil menembus salah satu desa di perbatasan Sumatera Utara dan Aceh yang sempat mengalami putus akses.

Di lokasi dengan mobilitas terbatas tersebut, perusahaan memasok kebutuhan krusial seperti 1.250 kg beras, makanan siap saji, obat-obatan, hingga popok bayi.

Dukungan PGN tidak hanya berhenti pada bahan pangan. Perusahaan juga menyediakan peralatan dapur umum berskala besar, mulai dari kompor industri, tabung LPG, hingga dandang dan wajan berukuran raksasa.

Baca juga:
Bon Ami Surabaya Pilih Gas Bumi PGN, Masak Lebih Cepat Tanpa Jeda

Langkah ini diambil guna memastikan kebutuhan pangan para pengungsi di posko-posko tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, paket logistik yang mencakup vitamin, air minum, dan perlengkapan ibu dan anak terus mengalir ke titik-titik pengungsian.

Kolaborasi dengan Pertamina Peduli dan pemerintah daerah setempat menjadi kunci dalam pemetaan lokasi yang paling mendesak untuk segera mendapat bantuan.

Masalah sanitasi pascabanjir menjadi perhatian utama perusahaan. PGN memasok sedikitnya 10.000 liter air bersih per hari untuk mendukung operasional dapur umum dan fasilitas kesehatan, termasuk di RSUD Tamiang. Layanan ini juga menjangkau beberapa lokasi vital seperti Posko Sidodadi dan Posko Sungai Liput.

Baca juga:
PGN Salurkan Gas ke BMI Lamongan, Biaya Produksi Mulai Turun

Sebagai solusi jangka panjang, fasilitas Water Treatment Plant (WTP) mini disediakan di Pangkalan Brandan. Alat ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 2.000 liter air bersih per jam untuk melayani kebutuhan warga sekitar secara mandiri.

Aksi berkelanjutan ini melibatkan sinergi dari seluruh anak perusahaan Subholding Gas Grup sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

Koordinasi ketat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus dilakukan agar bantuan terus mengalir seiring dengan proses pemulihan wilayah terdampak banjir.