Pixel Code jatimnow.com

Arus Logistik Memuncak, PTP Tanjung Priok Bukukan Kinerja di Atas Target

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
PTP Cabang Tanjung Priok membukukan kinerja gemilang dengan arus barang 14,4 juta ton hingga November 2025, melampaui target RKAP sebesar 109 persen. (Foto/PTP Nonpetikemas)
PTP Cabang Tanjung Priok membukukan kinerja gemilang dengan arus barang 14,4 juta ton hingga November 2025, melampaui target RKAP sebesar 109 persen. (Foto/PTP Nonpetikemas)

jatimnow.com - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Tanjung Priok memperkokoh dominasinya sebagai tulang punggung logistik multipurpose di Indonesia. Hingga November 2025, pelabuhan tersibuk ini sukses mencatatkan angka throughput sebesar 14,4 juta ton.

Capaian tersebut melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) periode yang sama, yakni 13,23 juta ton, dengan tingkat pencapaian menyentuh 109 persen.

Lonjakan arus barang ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat dan industri.

Jika dibandingkan dengan realisasi November tahun sebelumnya, terdapat kenaikan signifikan sebesar 12 persen dari angka 12,08 juta ton.

Performa ciamik ini memastikan aliran barang, mulai dari kendaraan hingga bahan pangan, bergerak lebih cepat dan efisien melalui gerbang utama Jakarta.

"Realisasi kinerja hingga November ini menjadi bukti konsistensi kami dalam menjaga denyut nadi logistik nasional. Hasil yang melampaui target RKAP ini menegaskan posisi Tanjung Priok sebagai motor penggerak utama kinerja PTP Nonpetikemas secara keseluruhan," ujar Budi Utoyo, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok.

Layanan General Cargo menjadi primadona dengan sumbangsih mencapai 8,49 juta ton. Angka tersebut diperkuat oleh arus komoditas Curah Kering sebesar 4,45 juta ton, Curah Cair 1,4 juta ton, serta Bag Cargo sebanyak 62,3 ribu ton.

Tanjung Priok kini berkontribusi lebih dari 34 persen terhadap total throughput nasional PTP Nonpetikemas yang mencapai 43,12 juta ton.

Keberhasilan ini tidak lepas dari langkah transformasi pelabuhan yang kini semakin canggih. Manajemen terus memacu produktivitas lewat penerapan sistem digital PTOS-M serta pemutakhiran fasilitas pendukung.

Baca juga:
Terminal Kijing Ubah Wajah Ekspor Bauksit dan CPO Nasional

Investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersertifikasi juga menjadi faktor penentu efisiensi layanan di terminal multipurpose.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, memandang Cabang Tanjung Priok sebagai fondasi utama pencapaian perusahaan.

Ia optimistis optimalisasi produktivitas dan digitalisasi akan menjadikan pelabuhan ini sebagai rujukan standar operasional di industri kepelabuhanan tanah air.

Layanan yang kompetitif diharapkan mampu menekan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Baca juga:
Strategi PTP Nonpetikemas Mitigasi Suap dan Amankan Bisnis Pelabuhan

Operasional di Tanjung Priok mencakup penanganan berbagai komoditas vital yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian warga. Pada sektor curah kering, pelabuhan ini melayani distribusi pasir, semen, gula, garam, hingga sulfur.

Sementara untuk curah cair, komoditas seperti CPO, minyak goreng (RBD Olein), hingga produk turunan sawit lainnya dikelola secara intensif.

Sektor general cargo juga menangani barang-barang strategis untuk pembangunan infrastruktur dan manufaktur.

Komoditas tersebut meliputi produk baja, alat berat, kendaraan, hingga bahan bangunan seperti plywood dan gips. Fleksibilitas layanan ini memastikan Tanjung Priok tetap menjadi simpul utama dalam rantai pasok logistik yang aman dan efisien di Indonesia.