jatimnow.com - Suara riuh rendah "cak... cak... cak" memecah keheningan senja saat puluhan penari pria membentuk lingkaran konsentris. Bukan sekadar pertunjukan seni biasa, pementasan Tari Kecak kali ini membawa penonton menyelami fragmen epik Ramayana yang paling heroik: Titi Situbanda.
Tari Kecak, yang berakar dari ritual sakral Sanghyang, telah mengalami evolusi sejak tahun 1930-an dengan menyisipkan alur cerita epos India.
Salah satu lakon yang paling diminati adalah kisah perjuangan Sang Rama dalam menyelamatkan istrinya, Dewi Sita, dari cengkeraman Rahwana, Raja Alengka.
Drama dimulai dengan pertemuan strategis di Goa Kiskenda. Sang Rama, didampingi adiknya Laksmana, meminta bantuan kepada Sang Anoman, sang kera putih sakti. Misi ini sangat krusial: memastikan keberadaan Dewi Sita di Alengka Pura.
Dalam pertunjukan tersebut, penonton disuguhkan adegan emosional saat Anoman berhasil menyusup ke Taman Angsoka. Melalui simbol sebuah cincin pernikahan, Anoman meyakinkan Sita bahwa pertolongan segera tiba.
Meski sempat dikepung dan dibakar oleh pasukan raksasa Rahwana, kesaktian Anoman membuatnya mampu meloloskan diri dan kembali membawa pesan harapan berupa sekuntum bunga untuk Sang Rama.
Puncak dari narasi ini adalah pembangunan "Titi Situbanda". Secara harfiah, Titi Situbanda bermakna jembatan yang membendung lautan.
Menghadapi bentangan samudera luas yang memisahkan mereka dengan Alengka, Anoman mengerahkan pasukan Wanara (kera) untuk menyusun batu-batu besar.
Berkat kekuatan spiritual dan kerja sama, batu-batu tersebut dikisahkan mampu mengapung, membentuk jalur darat menuju markas musuh. Jembatan ini bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan simbol tekad baja dan kesetiaan pasukan Rama.
Pertunjukan itupun menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.
Inilah Foto-foto Tari Kecak di Pantai Melasti:
Gerak anggun penari Bali berpadu dengan lantunan Tari Kecak, menghidupkan fragmen epik Ramayana di hadapan penonton. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Pertunjukan Tari Kecak Bali berlatar pantai menjadi daya tarik wisata budaya, menampilkan kisah Ramayana dalam balutan seni tradisi. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Aksi heroik Anoman menari di tengah kobaran api menghadirkan suasana magis dan menegangkan dalam pementasan Tari Kecak Bali. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Ekspresi dan kekompakan penari Kecak Bali menjadi pusat perhatian, diiringi antusiasme penonton yang memenuhi tribun. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Simbol kekuasaan dan amarah Rahwana divisualkan melalui gerak tari dan komposisi penari Kecak yang mengangkat tokoh utama di atas panggung. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Pementasan Tari Kecak Bali menampilkan pasukan Wanara dalam kisah Ramayana, memikat penonton dengan visual dan gerak yang atraktif. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Momen klimaks Tari Kecak Bali menampilkan Anoman diangkat pasukan Wanara, menciptakan komposisi visual dramatis di bawah langit gelap. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)