jatimnow.com–Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Ponorogo menggelar Sekolah Kader Perubahan secara serentak di seluruh daerah pemilihan (dapil), Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan memiliki kesadaran kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.
Sekolah Kader Perubahan menyasar kalangan pemuda berusia 17 hingga 35 tahun. Melalui program ini, Fraksi PKB DPRD Ponorogo berupaya memperkuat kapasitas kepemimpinan, wawasan politik, serta pemahaman ideologi kepartaian sejak usia muda.
Seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Ponorogo menggelar Sekolah Kader Perubahan secara mandiri di dapil masing-masing dengan pola dan kurikulum yang sama. Salah satunya dilaksanakan oleh anggota Fraksi PKB, Dwi Agus Prayitno, di Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.
Puluhan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pemuda. Selama kegiatan, peserta mengenakan kemeja putih dengan bawahan hitam dan menyimak materi yang disampaikan oleh instruktur yang ditugaskan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur.
Materi Sekolah Kader Perubahan meliputi pengenalan dasar politik, urgensi keterlibatan anak muda dalam politik, nilai-nilai perjuangan PKB, serta pola kepemimpinan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Materi ini disusun untuk membangun kesadaran kritis sekaligus menanamkan semangat kepemimpinan kepada para peserta.
Selain di dapil II, Sekolah Kader Perubahan juga digelar oleh anggota Fraksi PKB lainnya. Di dapil I, kegiatan serupa dilaksanakan oleh Tri Suryati dan Suhari. Sementara di dapil III digelar oleh Fikso Rubianto, dapil IV oleh Sasmoyo Yudhi Hantarno, dapil V oleh Mahfud Arifin, serta dapil VI oleh Mujiatin dan H Mashudi.
Sekretaris DPC PKB Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengatakan Sekolah Kader Perubahan ini secara khusus diperuntukkan bagi generasi muda sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Sekolah Kader Perubahan ini memang diperuntukkan bagi pemuda usia 17 sampai 35 tahun. Tujuannya untuk menyiapkan kader-kader muda yang siap berkontribusi di masa depan,” ujarnya.
Baca juga:
Somasi atas Mutasi Kepsek Belum Dijawab Gubernur, Ribuan Guru di Ponorogo Gelar Aksi
Pria yang akrab disapa Kang Wie ini menjelaskan, pelaksanaan Sekolah Kader Perubahan dilakukan secara serentak berdasarkan instruksi partai kepada seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Ponorogo.
“Setiap anggota fraksi ditugaskan untuk melaksanakan Sekolah Kader Perubahan di dapil masing-masing, dengan materi dan pola pelaksanaan yang sama,” jelas Ketua DPRD Ponorogo tersebut.
Kang Wie menambahkan, peserta yang mengikuti kegiatan kali ini merupakan angkatan pertama. Ke depan, Sekolah Kader Perubahan akan terus berlanjut dengan angkatan-angkatan berikutnya.
“Ini angkatan pertama. Tentu ke depan akan ada angkatan selanjutnya, dengan ketentuan usia maksimal 35 tahun,” tambahnya.
Baca juga:
Wagub dan Kapolda Jatim Apresiasi Bumi Reog Berdzikir 2025
Menurut Kang Wie, Sekolah Kader Perubahan akan menjadi program berkelanjutan sebagai upaya mencetak kader muda yang aktif, progresif, dan siap berkhidmat bagi masyarakat.
“Kami menyiapkan kader muda sejak dini. Sesuai arahan partai, kami tidak boleh diam dan harus terus bergerak, seolah-olah Pemilu dilaksanakan besok. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses berjuang dan berkhidmat melalui PKB,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Ponorogo, Mujiatin, menyebut Sekolah Kader Perubahan ini menjadi wadah awal bagi pemuda Ponorogo untuk memahami dunia politik secara sehat dan konstruktif.
“Sekolah Kader Perubahan ini merupakan yang pertama bagi para pemuda. Setiap anggota fraksi memang ditugaskan untuk menggelar kegiatan ini sebagai bagian dari persiapan menyongsong Indonesia Emas,” pungkasnya.