Pixel Code jatimnow.com

Gandeng Muslimat NU, FEB Unair Dorong UMKM Surabaya Melek Investasi Halal

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
FEB Unair membekali ratusan ibu-ibu pelaku usaha lewat program MUSTIKA MESEM. (Foto: FEB Unair/jatimnow.com)
FEB Unair membekali ratusan ibu-ibu pelaku usaha lewat program MUSTIKA MESEM. (Foto: FEB Unair/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya kini dituntut tidak hanya jago memproduksi barang, tetapi juga harus cerdas mengelola modal agar tidak terjebak lubang keuangan.

Merespons tantangan ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) terjun langsung membekali ratusan ibu-ibu pelaku usaha lewat program MUSTIKA MESEM.

Program bertajuk "Literasi Keuangan dan Investasi Halal" ini digelar di Surabaya dengan menggandeng PC Muslimat NU. Tujuannya tegas: memastikan bisnis rumahan warga bisa tumbuh sehat tanpa menyimpang dari prinsip syariah.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, FEB Unair menyoroti bahwa banyak UMKM yang gagal bertahan bukan karena produknya buruk, melainkan salah urus keuangan.

Prof. Dr. Imron Mawardi, akademisi FEB Unair yang hadir sebagai narasumber, menyebut literasi keuangan syariah adalah "imun" bagi keberlangsungan usaha.

"Pengelolaan keuangan yang benar dan sesuai prinsip syariah menjadi kunci agar UMKM tumbuh sehat. Jika fondasinya kuat, manfaat ekonominya akan mengalir lebih luas ke masyarakat," ujar Prof. Imron di hadapan para pelaku usaha.

Materi yang diberikan pun sangat praktis dan relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Para pelaku usaha didorong mulai mengadopsi QRIS sebagai alat pembayaran digital yang lebih aman.

Selain itu, mereka diperkenalkan pada instrumen investasi syariah yang minim risiko namun berdampak panjang, seperti menabung haji dan cicil emas.

Baca juga:
Nestapa Pelaku UMKM Lamongan, Terlanjur Investasi tapi Serapan SPPG Minim

Satu kendala klasik UMKM adalah permodalan. Melalui sinergi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Koperasi Konsumen Syariah Annisa, FEB Unair membuka pintu akses pembiayaan yang lebih inklusif.

Skema seperti KUR Syariah diperkenalkan sebagai solusi nyata bagi UMKM yang membutuhkan tambahan modal tanpa harus merasa waswas dengan sistem bunga.

Langkah ini diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PC Muslimat NU Surabaya, BSI, dan pihak koperasi.

Kesepakatan ini menjamin bahwa pendampingan terhadap UMKM tidak akan berhenti di ruang seminar, melainkan berlanjut hingga ke tahap pengembangan usaha yang profesional.

Baca juga:
Partai Garuda Gelar Baksos di Lamongan, Fokus Penguatan UMKM

Keterlibatan kampus dalam ekosistem UMKM ini merupakan upaya mengejar target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin delapan mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Dengan melek finansial, UMKM diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru yang lebih stabil di lingkungannya masing-masing.

"MUSTIKA MESEM ini menjadi bukti peran perguruan tinggi dalam mendukung ekonomi nasional melalui penguatan sektor akar rumput," tulis pernyataan resmi FEB Unair.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, FEB Unair berharap para ibu-ibu tangguh penggerak ekonomi di Surabaya bisa mengelola usahanya secara produktif. Ketahanan finansial yang kuat pada level UMKM diyakini mampu menjaga stabilitas ekonomi kota dalam jangka panjang.