jatimnow.com – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Satgas Pangan Kabupaten Ponorogo melakukan pemantauan harga bahan pokok pentingdi sejumlah pasar tradisional dan toko modern. Hasilnya, harga kebutuhan pokok terpantau stabil, bahkan beberapa komoditas strategis mengalami penurunan.
Pemantauan dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya Pasar Legi Ponorogo, Pasar Sumoroto Kecamatan Kauman, Pasar Bungkal Kecamatan Bungkal, serta salah satu swalayan modern di wilayah Kota Ponorogo. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan selama momentum libur panjang Nataru.
Tim Satgas Pangan yang dipimpin Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menyisir lapak pedagang satu per satu, mulai dari komoditas bumbu dapur, daging ayam dan sapi, beras, minyak goreng, telur, hingga kebutuhan pokok lainnya. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, termasuk di lantai dasar hingga lantai atas pasar.
Dari hasil pantauan di lapak bumbu dapur, petugas justru menemukan penurunan harga pada beberapa komoditas. Harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp27 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp25 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit yang sempat menyentuh Rp70 ribu per kilogram, saat ini turun menjadi sekitar Rp50 ribu per kilogram.
Baca juga:
Trafik Data Indosat Tumbuh 20 Persen Saat Nataru
“Secara umum harga bahan pokok normal dan stabil. Bahkan untuk cabai rawit dan bawang merah justru mengalami penurunan harga,” ujar AKP Imam Mujali, Selasa (23/12/2025).
Selain memantau harga, Satgas Pangan juga mengecek ketersediaan stok bapokting di pasar tradisional maupun pasar modern. Berdasarkan keterangan pedagang, stok pangan dinilai aman, terutama beras, seiring masuknya musim panen di sejumlah wilayah.
Baca juga:
Trafik Data Melonjak Double Digit, Indosat Jaga Keandalan Jaringan Selama Tahun Baru
“Tidak ditemukan lonjakan harga yang signifikan. Ada beberapa komoditas yang naik, namun masih dalam batas wajar. Stok juga aman,” tambahnya.
Satgas Pangan berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok ini dapat terus terjaga sepanjang libur Natal dan Tahun Baru, sehingga masyarakat Ponorogo dapat memenuhi kebutuhan tanpa terbebani kenaikan harga.