jatimnow.com - Sejumlah motor milik warga mendadak mengalami kerusakan usai mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Jalan Raya Babat-Bojonegoro, tepatnya Desa Banaran, Kecamatan Babat, Lamongan, Selasa (24/12/2025) malam.
Video yang direkam warga menunjukan BBM yang baru saja mereka beli telah tercampur air. Meresa dirugikan, warga kemudian melakukan protes dan meminta pertanggung jawaban ke pihak SPBU.
Berbekal informasi tersebut, Satreskrim Polres Lamongan bergerak cepat melakuakan pengecekan ke lokasi.
Sebagai upaya perlindungan terhadap konsumen, Polisi menutup sementara stasiun dispenser atau tempat pengisian untuk jenis BBM Pertalite sampai ada kepastian penyebab campuran air.
Polisi beserta, Operator SPBU selanjutnya melakukan pengecekan BBM jenis Pertalite di stasiun dispenser dengan memasukkan sampel BBM ke dalam botol air mineral.
Dari hasil pengecekan visual, BBM Pertalite tampak berwarna biru keputihan yang diduga telah tercampur air.
“Petugas bersama pihak SPBU juga melakukan pengecekan terhadap tandon bawah tanah (tangki pendam) BBM jenis Pertalite yang masih berisi sekitar 5.000 liter.” lanjutnya, Kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid.
Pengecekan menggunakan pasta air menunjukkan adanya campuran air dengan ketinggian sekitar 8 sentimeter di dalam tandon.
“Adanya campuran air di dalam tandon pendam Pertalite tersebut diduga disebabkan oleh rembesan air hujan yang masuk melalui penutup tandon.” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPBU telah menindaklanjuti keluhan pelanggan dengan memberikan uang ganti rugi kepada konsumen yang membeli BBM Pertalite serta membawa kendaraan pelanggan ke bengkel untuk dilakukan perbaikan.
Kasihumas Polres Lamongan menegaskan sebagai tindak lanjut atas kejadian diatas Sat Reskrim Polres Lamongan akan melakukan klarifikasi kepada pihak SPBU, baik pengawas maupun operator, serta melakukan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Surabaya.
“Polres Lamongan akan terus memantau dan mendalami kejadian ini guna memastikan perlindungan terhadap konsumen serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.” tutupnya.