Pixel Code jatimnow.com

Harga Pangan di Kediri Relatif Stabil Jelang Nataru, Stok Beras Aman

Editor : Yanuar D  
Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota dan Kabupaten Kediri melakukan pemantauan langsung di sejumlah pasar tradisional maupun pasar modern. (Foto: BULOG Kediri/jatimnow.com)
Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota dan Kabupaten Kediri melakukan pemantauan langsung di sejumlah pasar tradisional maupun pasar modern. (Foto: BULOG Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, harga bahan pangan di Kota dan Kabupaten Kediri terpantau relatif stabil. Kondisi ini diketahui setelah Perum BULOG Kantor Cabang Kediri bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota dan Kabupaten Kediri melakukan pemantauan langsung di sejumlah pasar tradisional maupun pasar modern.

Tim Satgas Pangan yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), Kejaksaan, serta Polres. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman selama periode Nataru.

Dalam kegiatan tersebut, BULOG dan Tim Satgas memfokuskan pengecekan pada harga serta ketersediaan sejumlah komoditas strategis. Di antaranya beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga ikan segar. Selain itu, tim juga berdialog langsung dengan pedagang, distributor, dan masyarakat guna memperoleh gambaran kondisi pasar, kelancaran distribusi, serta potensi kendala yang mungkin muncul menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga beras medium maupun premium masih berada sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, beberapa jenis beras terpantau dijual di bawah HET. Untuk beras SPHP, harga berada di kisaran Rp12.000 per kilogram, sementara beras premium dijual pada rentang Rp14.500 hingga Rp15.000 per kilogram.

Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Kediri, Harisun, mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat, khususnya menjelang Nataru. Oleh karena itu, kegiatan monitoring dan pemantauan harga akan terus dilakukan secara rutin.

Baca juga:
Trafik Data Indosat Tumbuh 20 Persen Saat Nataru

“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga yang dapat mengganggu daya beli masyarakat, terutama pada momentum Natal dan Tahun Baru,” ujar Harisun.

Di sisi lain, BULOG Kediri juga masih terus menggelontorkan beras SPHP ke pasar tradisional, ritel modern, serta berbagai saluran pengecer lainnya. Upaya ini dilakukan agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan kenaikan harga beras.

Baca juga:
Trafik Data Melonjak Double Digit, Indosat Jaga Keandalan Jaringan Selama Tahun Baru

“Stok beras yang kami miliki juga masih melimpah, yakni mencapai 66.662 ton dengan ketahanan stok hingga 20 bulan,” tambah Harisun.

Dengan kondisi tersebut, BULOG memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan di wilayah Kediri tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang.