Pixel Code jatimnow.com

Pelindo Creative Hub Jadi Jalan Baru Anak Putus Sekolah di Surabaya

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Peserta Pelindo Creative Hub mengikuti sesi pembelajaran perdana di Surabaya, Selasa (24/12). Program ini menjadi ruang inklusif bagi anak-anak putus sekolah di sekitar pelabuhan untuk kembali belajar dan mengasah keterampilan agar siap mandiri. (Foto: Pe
Peserta Pelindo Creative Hub mengikuti sesi pembelajaran perdana di Surabaya, Selasa (24/12). Program ini menjadi ruang inklusif bagi anak-anak putus sekolah di sekitar pelabuhan untuk kembali belajar dan mengasah keterampilan agar siap mandiri. (Foto: Pe

jatimnow.com - Pelindo membuka jalan kedua bagi anak-anak yang sempat terlempar dari bangku sekolah. Melalui Pelindo Creative Hub, BUMN kepelabuhanan ini menghadirkan rumah belajar inklusif bagi anak putus sekolah di ring 1 pelabuhan Surabaya, lengkap dengan pendidikan kesetaraan dan pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan hari ini.

Program yang diluncurkan Selasa (24/12) itu menyasar anak-anak yang selama ini hidup di sekitar pelabuhan namun tertinggal akses pendidikan. Pelindo ingin memastikan mereka tak hanya kembali belajar, tetapi juga punya bekal untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Creative Hub ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo di bidang pendidikan, dengan fokus pada pemulihan harapan dan kemandirian generasi muda.

Pelindo Creative Hub dirancang sebagai ruang aman sekaligus tempat bertumbuh. Dua jalur utama disiapkan. Pertama, pendidikan kesetaraan melalui PKBM Paket A, B, dan C bagi anak-anak yang ingin menuntaskan jenjang sekolahnya.

Kedua, pelatihan keterampilan praktis yang langsung bersentuhan dengan dunia kerja dan wirausaha. Pada tahap awal, pelatihan yang dibuka mencakup konten kreator dan digital marketing, kuliner dasar, komputer, hingga barista.

Lebih dari 50 anak sudah terlibat dalam fase perdana. Mereka direkrut lewat pendekatan jemput bola, bekerja sama dengan RT, RW, dan kelurahan, memastikan program ini menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.

Baca juga:
Kapal Kontainer Verizon Terbakar di Tanjung Perak, 19 Unit Damkar Dikerahkan

Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksono Julianto, menyebut Creative Hub bukan sekadar bangunan atau ruang kelas tambahan. Ia menyebutnya sebagai simbol keberpihakan pada anak-anak yang sempat tertinggal oleh keadaan.

“Pelindo Creative Hub adalah rumah bagi mimpi-mimpi yang sempat terhenti. Setiap anak berhak mendapat pendidikan, dan setiap mimpi layak dirawat. Kami ingin mereka bukan hanya lulus, tetapi siap hidup, mandiri, dan berkarya,” kata Daru.

Ia juga menegaskan pendekatan inklusif menjadi fondasi program ini. Anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk anak berkebutuhan khusus, diberi ruang untuk kembali percaya diri dan menemukan harapan baru.

Baca juga:
Banjir Sumatra, PTP Nonpetikemas Kirim Bantuan Darurat

Camat Pabean Cantikan, Muhammad Januar Rizal, menyambut positif kehadiran Creative Hub di wilayahnya. Menurut dia, persoalan anak putus sekolah merupakan masalah nyata yang tak bisa ditangani pemerintah sendiri.

“Kami mengapresiasi langkah Pelindo. Program ini menjawab kebutuhan sosial di Pabean Cantikan dan menunjukkan kolaborasi nyata antara dunia usaha dan pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Pelindo berharap Creative Hub bisa menjadi model pendidikan inklusif yang berkelanjutan. Bagi perusahaan, pembangunan pelabuhan dan infrastruktur tak boleh berhenti pada beton dan dermaga, tetapi harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia di sekitarnya.